PTBA Peringkat 1 Nasional dan Peringkat 4 Internasional, Milawarman : Semua ini Berkat dukungan Masyarakat

 387 total views,  8 views today

TANJUNG ENIM, KS

Lembaga kajian Internasional Bloomberg menyebutkan, PT Bukit Asam (PTBA) persero Tbk Tanjung Enim,   masih ditempatkan sebagai perusahaan dengan Tingkat  Perolehan Laba Bersih (Net Profit Margin) tertinggi dari seluruh industri batubara.

“Bahkan lembaga ini menyebutkan, diantara perusahaan pertambangan batubara terkemuka di dunia, PTBA berada pada urutan ke empat tertinggi tingkat Internasional atas pencapaian Net Profit. Penilaian Bloomberg terhadap PTBA ini berdasarkan kinerja periode Triwulan III 2015,” ujar Milawarman, Dirut PTBA dalam menutup tahun 2015 di Gedung Olah Raga (GOR) Bukit Asam Tanjung Enim, Jumat (1/1/16), yang ditingkahi tepuk riuh dari hadirin.

Diluar itu, menurut Milawarman pada 2015 banyak pihak yang memberi penghargaan kepada PTBA. Para pemberi penghargaan itu, menurut Milwarman menempatkan PTBA sebagai satu-satunya perusahaan tambang nasional yang mendapat ranting terbaik di tingkat nasional dan internasional.

Tercatat, ada 27 penghargaan yang diterbitkan 15 lembaga kajian independen dan pemeringkatan nasional yang melingkupi berbagai bidang, baik bidang bisnis maupun bidang pengelolaan lingkungan dan sosial.

Suasana Tutup tahun 2015 d PT Bukit Asam Tanjung Enim

Suasana Tutup tahun 2015 PT Bukit Asam di GOR PTBA Tanjung Enim (Foto.Dok.KS/Aldo RGBA FM)

Penghargaan itu adalah “Proper Emas” tahun 2015. Penghargaan ini merupakan penghargaan ketiga kalinya berturut-turut. Pemberian “Proper Emas” disebut Milawarman  sebagai penghargaan tertinggi di bidang pengelolaan lingkungan. “Panitia pemberi penghargaan itu dibentuk secara independen oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Sebelumnya sebelumnya mereka melakukan seleksi terhadap 2.237 perusahaan nasional yang sudah masuk dalam kategori penilaian dari panitia,” tegasnya.

Dengan diterimanya “Proper Emas” ini, ditegaskan Milawarma, artinya PTBA merupakan perusahaan yang sudah melaksanakan pengelolaan lingkungan dan kemasyarakatannya melebihi dari regulasi yang di tetapkan oleh pemerintah.

Sebelumnya, pada 17 Desember lalu, PTBA mendapat penghargaan The Most Trusted Company, Penghargaan ini menurut Milawarna, PTBA dinyatakan sebagai perusahaan yang paling di percaya dalam Tata Kelola Perusahaan sesuai dengan ketentuan GCG. “Yaitu menjadi perusahaan yang paling di percaya, transparan, akuntabel atau bertanggungjawab, independen atau adil dan fair dan jujur,” tegasnya,

Penghargaan lain di tingkat Internasional diraih PTBA, sebagai perusahaan peringkat A (Terbaik) dari Morgan Stanley Cavital Index dari sejumlah perusahaan pertambangan dan metalurgi terbesar di dunia, bersama BHP Billiton Limited, BHP Biliton PLC.

Penilaian diberikan berkaitan dengan pengelolaan limbah dan bahan-bahan beracun, penganekaragaman tumbuh tumbuhan dan pemanfaatan lahan, emisi karbon, pengelolaan SDM dan pelaksanaan GCG. Hasil kajian yang diterbitkan MSCI ESG Reseach Inc, dari Amerika Serikat ini menempatkan PTBA menjadi perusahaan kelas dunia dalam penerapan standar operasional, dan tata kelola.

Dirut PTBA dalam menutup tahun 2015 di Masjid Jamik Bukit Asam Tanjung Enim, Jumat (1/1/16)

Dirut PTBA Milawarman, dalam menutup tahun 2015 PT Bukit Asam Tanjung Enim, Jumat (1/1/16)

Milawarma mengakui semua prestasi yang diraih PTBA tak lepas dari dukungan berbagai pihak, selain dari internal PTBA tak lepas dukungan dari pemerintah, khususnya pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat, termasuk segenap komponen masyarakat sekitar yang memberikan peran yang sangat menentukan.

Pada kesempatan itu, Milawarman juga mengakui, pada tahun 2011 pihaknya menikmati harga batubara mencapai U$$ 140-an per ton. Sejak itu kata Milawarman, harga mulai terus merosot, bahkan mencapai titik terendahnya. “Bahkan pada Desember 2015 harganya mencapai U$$ 53 per ton atau hampir sepertiga dari harga tertinggi tahun 2011,” tambahnya.

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) kata Milawarma menyebutkan, pada tahun lalu, 70 persen pertambangan batubara nasional mengalami kerugian. “40 persennya sudah menghentikan produksinya, bahkan ada yang sudah menutup usahanya. Bukan hanya di Indonesia, penutupan tambang batubara juga telah terjadi di negara Amerika, Australia, bahkan China yang menjadi produsen terbesar di dunia, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di banyak negara masih terus terjadi dikarenakan terus nya harga batubara saat ini.

“Namun demikian, syukur Alhamdulillah PTBA dalam situasi sulit semacam itu, masih tetap diberkati dan dilindungi Allah SWT,” ucap Milawarman yang sebentar lagi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Dirut PTBA ini.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN, REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster