Anggota Dewan Terlibat Narkoba, Tanda Mentalnya Tidak Kuat

 291 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS

Anggota dewan yang seharusnya menjadi teladan bagi rakyat, malah mencoreng reputasi mereka sendiri dengan menggunakan narkoba. Pemakaian narkoba oleh anggota dewan di Indonesia tergolong cukup banyak. Selain anggota dewan, sejumlah oknum non dewan juga terjaring narkoba.

Listya Istiningtyas,Psikolog UIN Raden Fatah Palembang

Listya Istiningtyas,Psikolog UIN Raden Fatah Palembang (Foto.Dok.KS/IM)

Selama tahun 2015, paling tidak Badan Narkotia Nasional (BNN) Sumsel mengungkap sejumlah kasus yang menyangkut pejabat publik. Diantaranya pada Juli Agustus 2015, anggota DPRD Kabupaten Banyuasin berinisial DQ terjaring dalam razia narkoba oleh dilakukan BNN di Diskotik CS Hotel Palembang, dini hari.

Selain itu, oknum pejabat Samsat berinisial SR di Musirawas juga tertangkap BNN karena kedapatan sedang mengonsumsi narkoba jenis Sabu. SR ditangkap di sebuah bengkel di daerah Linggau Barat. Dari tersangka, disita sejumlah barang bukti berupa alat hisap Sabu dan Pirex yang diduga digunakan tersangka untuk mengkonsumsi Sabu tersebut.

Menanggapi berbagai kasus itu, Dosen Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Listya Istiningtyas mengungkapkan, terjeratnya anggota dewan dengan barang haram ini dikarenakan ketidak mampuan anggota tersebut untuk mengemban jabatan yang diberikan. Atau anggota dewan tersebut ingin mencari populatitas melalui jalan salah ialah menggunakan narkoba.

“Merasa karir sudah diatas serta mempunyai bawahan, menyebabkan anggota dewan tersebut melakukan perbuatan itu. Atau anggota tersebut memiliki latar belakang yang dulunya miskin dan ketika dia memiliki kekayaan atau sebagai batu loncatan untuk meningkatkan popularitas. Orang-orang seperti ini tergolong orang-orang yang memiliki mental yang tidak kuat, sehingga dengan berlimpahnya materi tersebut maka melakukan hal terlarang tersebut,” katanya, belum lama ini, Kamis (31/12/2015).

Faktor lain yang menyebabkan anggota dewan yang menggunakan narkoba juga di pengaruhi oleh lingkungan ataupun keluarga. Saat ini untuk askses mendapatkan barang haram tersebut, saat ini masih sangat terbuka lebar, tidak hanya dari kalangan pejabat, namun banyak juga
dari warga biasa yang mencari barang haram ini.

“Mencari barang haram ini tergolong mudah, serta asksesnya saat ini masih menyebar di seluruh penjuru negara ini. Jadi dengan masih terbukanya askes ini membuat pemakai mudah mendapatkan barang tersebut,” ujarnya.

Listya juga menambahkan, faktor yang menyebabkan anggota dewan yang menggunakan narkoba juga dapat di pengaruhi oleh konflik yang terjadi di keluarganya. Misalnya terjadinya pertengkaran antara pasangan tersebut atau hal yang lainnya. “Tak hanya karena barang yang mudah dicari, di sisi lain anggota tersebut menggunakan narkoba disebabkan oleh coba-coba dengan barang haram tersebut,” katanya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster