Kalau Semua Wartawan Diajak Tidak Jadi Berita, Outbond DPRD Sumsel Telan Rp5,5 Miliar?

 413 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS

Dalam satu pekan terakhir, media di Palembang disibukkan dengan rencana outbond Anggota DPRD Sumatera Selatan ke Yogyakarta.  Rencana ini sudah terjadwal. Sebagaimana diungkapkan Nopran Marjani, Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan, agenda ke Yogyakarta sejak 30 November – 3 Desember 2015 sudah sesuai dengan rapat Badan Musyawarah (Banmus).

Salah satu kegiatan Outbond DPRD di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia  (Foto : Google Image)

Salah satu kegiatan Outbond DPRD di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia (Foto : Google Image)

“Sesuai dengan rapat  Banmus Dewan, bahwa tanggal 30 November sampai dengan 3 Desember 2015, ada kegiatan outbond ke Provinsi Yogyakarta,” jelasnya.

Praktis, berdasarkan surat Nomor : 005/01340/Humas/Sumsel/2015 ini, seluruh anggota DPRD Sumsel periode 2014 – 2019 akan mengadakan outbond ke Provinsi Yogyakarta, selama 4 hari.

11

Salah satu kegiatan Outbond DPRD di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia (Foto : Google Image)

 

Menanggapi hal itu, Febuar Rahman, SH, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sumatera Selatan mengatakan,  outbound ke Yogyakarta mungkin hanya kemasan saja. “Pada intinya outbond anggota dewan itu liburan akhir tahun, maka sangat tidak pantas.

Sebab masih banyak masyarakat di Sumsel yang hidupnya berada dalam himpitan kemiskinan. DPRD Sumsel seharusnya diakhir tahun ini mengevaluasi aprisiasi rakyat Sumsel yang belum diwujudkan tahun ini, untuk kemudian dipastikan dapat direalisasikan tahun 2016,” tukasnya.

Salah satu kegiatan Outbond DPRD di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia  (Foto : Google Image)

Salah satu kegiatan Outbond DPRD di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia (Foto : Google Image)

Namun meski diprotes acara ini tidak akan dibatalkan. Sebab, tahun sebelumnya juga terjadi hal serupa. Sebagaimana diberitakan TribunSumsel, sebelumnya di tahun 2014 Anggota DPRd Sumsel juga pernah melakukan outbond ke Jawa Barat yang mengabiskan dana Rp5,5 miliar. Dana itu sudah termasuk SPJ berkisar Rp 50 juta per orang yang diterima setiap anggota dewan.

Kini kasus serupa berulang. Bahkan ada 10 wartawan yang ikut dalam perjalanan itu. Kontan saja, media kemudian bereaksi, terutama media yang wartawannya tidak diikutsertakan. Bahkan, Wardoyo, Pemimpin Redaksi Media Online www.buanaindonesia.com sempat diancam seseorang, terkait dengan berita yang ditulisnya. “Kalau semua wartawan diajak, pasti tidak akan jadi berita, sebab media tidak ada yang membritakan.  Apalagi kalau Pemrednya yang diajak,” kelakar salah seorang wartawan berinisal  MIS menanggapi berita itu.

Salah satu kegiatan Outbond DPRD di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia  (Foto : Google Image)

Salah satu kegiatan Outbond DPRD di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia (Foto : Google Image)

Sebagaimana sebelumnya, outbond DPRD Sumatera Selatan juga dipertanyakan manfaatnya. Apalagi lokasi outbond hanya Yogyakarta. “Kalau hanya akan outbond, bisa mendatangkan tenaga ahlinya ke Palembang,” ujar Tarech Rasyid, Dosen Fakultas Hukum Universitas Ida Bajumi (IBA) Palembang, belum lama ini (27/11/2015).

Menurut Koordinator Sekolah Demokrasi Prabumulih (SDP) outbond biasanya dilakukan sesuai kebutuhan. Jenis outbound dalam praktinya ada yang in-door (di dalam ruangan) dan outdoor (di luar ruangan). “outbond itu bentuk pendidikan yang menggunakan game atau sering disebut games pendidikan. Nah, saya tidak tahu persis  kenapa outbond harus ke luar kota,” ujarnya.

Selain itu, Tarech juga tidak mengetahui, outbound jenis apa yang dipilih DPRD Sumsel. Jika outbound yang dipilih DPRD Sumsel, misalnya, sebagai upaya untuk membangun kekompakan kerja, guna memenuhi kepentingan rakyat, atau melatih kecepatan berpikir dan mengambil keputusan untuk kepentingan publik, hal ini tentu saja patut diapresiasi.

Namun kenapa harus melakukan berpergian ke Yogjakarta untuk sekedar melakukan outbound? Sebab, ini akan membutuhkan anggaran besar, tidak hanya untuk membayar Tim outbound di Yogyakarta atau dari kota lain, tapi juga biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan outbound 75 anggota DPRD dan staff DPRD Sumsel. Ini dapat dibilang sebagai pemborosan. Terlebih lagi output dari kegiatan outbound itu tidak berkaitan dengan kepentingan publik,” tegasnya.

Oleh sebab itu, DPRD Sumsel harus menjelaskan kepada publik kegiatan outbound yang terkesan menghabur-hamburkan uang rakyat ini. “Kalau kita hitung-hitung uang yang digelontorkan untuk kegiatan outbound di kota gudeg itu, mungkin bisa mencapai miliaran rupiah.

Karena itu, DPRD Sumsel harus menjelaskan pula ke publik berapa anggaran yang harus dikeluarkan utk outbound tersebut. Hal ini sebagai bentuk transparansi anggaran dan juga sebagai pertanggungjawaban ke publik. “Saya minta DPRD Sumsel harus transparan terkait dana yang akan digunakan untuk outbond,” tegasnya.

TEKS : SONNY KUSHARDIAN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster