Ada Anggaran Beli Buku Syiah di RAPBD 2016 Muaraenim, Kadiknas : Itu Hanya Salah Ketik

 1,766 total views,  2 views today

MUARAENIM, KS

Entah di sengaja atau tidak ‎ dalam Raperda Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Muaraenim 2016, yang disampaikan ke Bupati Muaernim ada mata anggaran untuk pembelian buku berjudul “Merajut Ukhuwah Memahami Syiah”. Mata anggaran ini masuk dalam point pengadaan buku-buku untuk perpustakaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Masuknya buku berbau Syiah ini kontan saka membuat terkejut sejumlah pihak. Tak ayal, juudl buku itu mengundang kontroversi. Bagaimana tidak? Diduga hal ini terjadi akibat kurangnya teliti dalam melakukan seleksi buku yang hendak dibeli.  Melihat itu, mata anggran itu segera diminat untuk dibatalkan.

Ritual Karbala Takfiri (melukai drii sendiri) ala Syiah kata mereka ini dilakukan untuk menghormati cucu Rasulullah Imam Husein yang meningal di medan perang (Foto.Google Image)

Ritual Karbala Takfiri (melukai drii sendiri) ala Syiah kata mereka ini dilakukan untuk menghormati cucu Rasulullah Imam Husein yang meningal di medan perang (Foto.Google Image)

Masuknya judul buku Syiah itu disesalkan  Kuyung Rizal, SS, politisi PKS Muaraenim. Ia mengaku menyesalkan terhadap tim anggaran Pemkab Muara Enim yang tidak memeriksa secara detail  Rencana kerja Anggaran (RKA) dalam RAPBD.

“Yang kita pertanyakan kenapa buku memahami syiah ini bisa masuk di dalam RAPBD 2016. Ini berarti Disdikbud kurang teliti. Atau jangan-jangan ada oknum di lingkungan pendidikan yang ikut paham Syiah? Dimana kita tahu paham Syiah ini dilarang?” terang Kuyung Rizal kepada Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM, Kamis (26/11/2015). ‎

Atas dasar itu, Kuyung mendesak kepada tim anggaran Pemkab Muaraenim dan teman-teman di DPRD untuk menghapus buku tentang syiah ini. “Kemudian ini harus diteliti kembali buku-buku pelajaran, karena melalui buku inilah ideologi masuk  melalui sekolah. Perlu diselidiki dari mana masuk ke RKA jangan-jangan orang-orang syiah sudah ada di Muara Enim,” pinta Kuyung mantan anggota DPRD Muara Enim periode 2009-2014 ini.

Saat dikonfirmasi ke salah satu tim anggaran Pemkab Muara Enim, yang juga Kepala Bappeda Muara Enim, DR H Abdul Najib MM mengaku belum mengetahui tentang adanya pengadaan buku tentang merajut ukhwah memahami syiah.

“Saya akan konfirmasi dulu dengan Kepala Dikbud (Muzakar). Kalau memang ada, bisa kita ganti. Kita memang harus mencari buku-buku yang lebih bermanfaat untuk siswa. Kalau memang ada di RAPBD 2016, tentu akan kita hapus,” kata Najib singkat

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, Drs Muzakar MM saat dikonfirmasi melalui telpon oleh Reporter RGBA FM, seolah tidak membantah tentang adanya buku memahami syiah yang ada di RAPBD 2016.

“Oh, kalau itu (buku tentang memahami syiah). Cuma salah ketik judul bae. Sudah kita benari diganti dengan buku lain dengan judul  panduan memilih makanan secara Islami,” jelas Muzakar.
Kenapa buku tersebut bisa masuk dalam RAPBD 2016, apakah tidak tertutup kemungkinan ada orang-orang syiah di lingkungan pendidikan?  “Dak ada-lah, ini murni cuma salah ketik, dan sudah kita revisi untuk pengadaan buku yang lain,” tutur Muzakar.

TEKS: HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster