Sungai Enim Tercemar Limbah Industri dan Rumah Tangga, PTBA Bantu 15 Bibit Ikan Perbaiki Biota Air

 284 total views,  2 views today

TANJUNG ENIM, KS

Camat Lawang Kidul, Drs Asarli Manudin M.Si, dari hasil pantauan Badan Lingkungan Hidup (BLH), Sungai Enim tidak hanya tercemar oleh limbah industri, tetapi juga oleh limbah rumah tangga. Hal itu dikatakan Asarli, usai menerima 15 ribu bibit ikan bawal dan patin dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim melalui Corporate Social Responsibility (CSR)-nya di Lawang Kidul, Rabu (25/11/2015).

Ilustrasi : Ikan Patin  (Google Image)

Ilustrasi : Ikan Patin (Google Image)

Usai menerima bantuan itu, Asarli langsung menginstruksikan kepada lurah dan kades untuk melakukan penebaran ikan di Sungai Enim.  Ia berharap kegiatan seperti ini dapat manjadi contoh kepada masyarakat dan komunitas lainnya terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sungai demi masa depan anak cucu kedepan.

“Hal ini dilakukan  sebagai upaya pelestarian dan menjaga ekosistem di Sungai Enim dan Sungai Lematang di Kecmatan Lawang Kidul,” kata Asarli.

PTBA kali itu memberikan sebanyak 15 ribu bibit ikan, terdiri 7.500 bibit ikan bawal dan 7.500 bibit ikan patin yang rencana akan ditebar di Sungai Enim dan Sungai Lematang. Penyerahan bibit tersebut dilakukan secara simbolis di Balai Kantor Camat Lawang Kidul, Rabu (25/11/2015).

Ilustrasi : Ikan Bawal (Google Images)

Ilustrasi : Ikan Bawal (Google Images)

Senior Manager CSR PTBA, melalui Asmen Bina Lingkungan, Gito Purwoko mengatakan, bantuan bibit ikan bawal dan patin ini merupakan kegiatan dari program Komunitas Pemancing Serasan Muara Enim, bekerjasama dengan PTBA dalam pelestarian ekosistem di Sungai Enim dan Sungai Lematang.

“Sebanyak 15 ribu ikan bawal dan patin untuk program kegiatan Serasan Angler Community (SAC). Harapan kita nanti sesuai dengan motto, yakni melestarikan lingkungan, mendukung komunitas dengan membantu bibit ikan bawal dan patin, ini bagian dari program Bina Lingkungan CSR PTBA,” kata Gito pada kesempatan itu.

Isdiansyah, Ketua Panitia mengatakan, komunitas yang dibentuk ini merupakan komunitas para pemancing di Kabupaten Muara Enim. Kata dia, kegiatan SAC ini bukan hanya memancing ikan saja, lanjut dia, melainkan mempunyai misi dan visi pelestarian lingkungan ekosistem. Serta aktif dalam berkegiatan sosial.

“Kami ingin menjadi komunitas pelestari lingkungan dan ekosistem. Salain itu kami ingin menegakkan undang-undang dalam perikanan yang berlaku. Kami juga rutin melakukan patroli kesungai untuk sosialiasai warga supaya ikut menjaga kebersihan air sungai,”kata Isdiansyah.

SAC sudah banyak melakukan kegiatan Muara Enim. Diantaranya mancing mania yang dilakukan rutin setiap tahun. Donor darah, bhakti sosial kebakaran, pembagian masker, dan pernah mendampingi liputan mancing mania yang disiarkan Tran7. Acara itu diakhir dengan lomba mancing di Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul.

TEKS / FOTO  : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster