Rumah Dinas Bidan Ini Rusak Parah, Dibiarkan Terbengkalai

 622 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Rumah dinas bidan di desa Kembahang Lama Kecamatan Talang Padang kian memprihatinkan. Bangunan berdinding beton tersebut, ternyata sudah dibiarkan terbengkalai bertahan-tahun.

Selain kusam dan kumuh, beberapa bagian dinding, pintu dan jendela sudah ambrol. Hanya bagian atap dari bahan seng, masih tersusun rapih dari muka hingga bagian belakang bangunan, yang sempat digunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat desa tersebut.

Diungkapkan IN (35), warga sekitar rumah dinas bidan itu, kerusakan dinding dan tembok bangunan tersebut sudah lebih dari tiga tahun. Ia menyebut, terbengkalainya pelayanan kesehatan di desanya sejak tujuh tahun terakhir. “Itu bangunan sudah lama, sebelum pemekaran Empat Lawang sudah ada. Sempat dulunya ada bidan disana memberi pelayanan kesehatan,” cetusnya.

Hal ini pun dibenarkan oleh Arianto Kepala Desa (Kades) Kembahang Lama Kecamatan Talang Padang, bahwa bangunan tersebut sebagai rumah dinas bidan. “Bangunan itu sudah lama terbengkalai, sewaktu saya masih Sekolah Dasar (SD) saja sudah tidak dihuni,”ujar Arianto belum lama ini.

Ditambahkannya, bahwa di Desa Kembahang Lama saat ini tidak ada bidan, jadi masyarakat jika sakit langsung pergi ke Puskesmas. “Begini lah potret desa kami, mana jembatan sudah putus, bidan pun tidak ada,” ungkapnya.

Dirinya pun meminta kepada pihak Pemerintah agar menugaskan salah satu budan untuk Desa Kembahang Lama.”Kalau tidak salah ada program bidan desa, kok diDesa kami tidak ada,” tanyanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Empat Lawang, M Taufik membenarkan bahwa di Empat Lawang masih banyak rumah dinas bidan rusak. Namun pihaknya sudah berusaha menganggarkan untuk memperbaiki bangunan tersebut.

“Ditahun 2015 sudah kita anggarakan, karena adanya pemangkasan anggaran ini, anggaran untuk merehab rumah dinas bidan itu dipangkas,” katanya setengah mengelak.

Saat disinggung mengenai penempatan bidan belum merata, dirinya mengaku bidan yang ditugaskan statusnya harus Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Banyak yang honorer menumpuk di Tebing Tinggi, karena bidan enggan ditugaskan ke desa,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster