Belasan Warga Dampingi Lek Din Lapor ke Polres Empat Lawang

 451 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS
Belasan warga dan pelanggan setia bakso oma, mendampingi Lek Din atau Udin (pemilik warung bakso oma) melapor ke Polres Empat Lawang, Selasa (24/11/2015), sekitar pukul 13.00 WIB.

Laporan dengan nomor LP/B/308/XI/2015/SumSel/Res Empat Lawang, tanggal 24 November 2015, atas dugaan pencemaran nama baik, terkait fitnah dan penyebaran informasi tidak benar bahwa “bakso oma terbukti dicampur daging celeng” di salah satu media massa.

Lek Din mengaku, sangat terpukul dengan adanya pemberitaan di salah satu media, menyebut bakso dagangannya dicampur daging celeng (babi). Karena merasa nama baik dan usahanya dicemarkan, ia pun melaporkan ke pihak berwajib agar dapat diberikan keadilan.

BERITA SEBELUMNYO : SAYA TIDAK PERNAH MENGATAKAN, KALAU BAKSO OMA DICAMPUR BABI

BACO BERITA LAINNYO : BAKSO CELENG CUMA ISU, LE’ DIN : INI FITNAH, AKAN SAYA LAPORKAN

“Kami ini orang bodoh pak, tapi kalau didzolimi seperti ini kami sakit sekali. Cuma jual bakso inilah usaha untuk menghidupi keluarga,” ungkap Lek Din dengan nada menahan kesal.

Lek Din pemilik warung Bakso Oma melapor ke Polres Empat Lawang (Foto.Dok.KS/Saukani)

Lek Din pemilik warung Bakso Oma melapor ke Polres Empat Lawang (Foto.Dok.KS/Saukani)

Terkait laporan, Lek Din mengungkapkan, pihaknya akan menuntut salah satu media cetak (koran) yang menerbitkan berita fitnah terhadapnya, Jum’at (13/11/2015). Termasuk meminta kejelasan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Empat Lawang, yang diduga memberi statement didalam berita tersebut.

BERITA SEBELUMNYO : MERASA PRIHATIN, WARGA SIAP KAWAL LE’ DIN LAPOR KE POLISI

Disisi lain, Lek Din berharap warga dan pelanggan setianya tidak terpancing emosi. Ia percaya proses hukum bisa menyelesaikan masalahnya, selanjutnya pemulihan nama baik agar usahanya bisa kembali berjalan. “Saya akan tetap jualan bakso, mudah-mudahan pelanggan saya tetap setia. Dibalik cobaan ini, semoga saja ada hikmah positif bagi kami,” imbuhnya.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti terkait laporan pencemaran nama baik yang disampaikan korban (Lek Din). Karena, imbasnya memang menyangkut usaha seseorang.

Rantau menyayangkan, adanya pemberitaan di koran tersebut, yang membuat masyarakat resah. Apalagi, terkait bakso celeng, memang belum ada laporan dari masyarakat, apalagi bukti dan hasil laboratorium. Sebagai negara hukum, harusnya berlandaskan hukum misalnya hasil lab, pemeriksaan. Dan kalau itu belum ada, berarti berita di koran itu tidak benar.

“Terkait ini bisa dikenakan UU pencemaran nama baik, KUHP pasal 310 dengan ancaman 9 bulan penjara,”tegas Rantau seraya mengimbau, agar warga tidak resah. Karena, informasi terkait bakso celeng tersebut belum ada kebenarannya.

Secara terpisah, Wati (27) pelanggan bakso oma mengaku, kembalinya Lek Din ke Tebing Tinggi memberi kabar gembira. Dirinya kembali yakin, bahwa isu bakso oma dicampur daging celeng memang tidak benar. “Kalau salah ga’ mungkin Lek Din balik lagi dan lapor polisi,” ujarnya. Ia pun berharap, proses hukum atas dugaan pencemaran nama baik usaha bakso Lek Din cepat selesai. “Kasihan Lek Din, kalau buka lagi kami tetap jadi pelanggan setia kok. Semoga dengan masalah ini, rejekinya makin lancar,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster