Mahasiswa Jangan Hanya Kuliah, Ijazah Tak Menjamin Bisa Kerja

 226 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS

Mahasiswa seharusnya tidak hanya kuliah.  Namun perlu menempa diri untuk membekali diri dengan skill (keahlian). “Ijazah yang Anda dapatkan setelah tamat kuliah tidak jaminan bisa kerja, tanpa Anda punya skill,” ujar Rosi Nangsari,S.Pd.I, alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, pada Pendidikan dan Latihan Jurnalistik  (Diklatsarjur) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah di Student Centre UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (25/11/2015).

Lebih lanjut, mantan Ketua LPM Ukhuwah ini menegaskan, kepemilikan skill pada diri mahasiswa menjadi keharusan. Sebab, di masa mendatang dunai akan berubah. Realitas dan dinamika dunia akan berhadapan dengan komplesitas masalah.

Rosi Nangsari, S,Pd.I, sedang memebri materi pada Diklatsarjur LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (25/11/2015) (Foto. Dok.LPM-Ukhuwah)

Rosi Nangsari, S,Pd.I, sedang memberi materi pada Diklatsarjur LPM Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (25/11/2015) (Foto. Dok.LPM-Ukhuwah)

Konsekuensinya menurut Rosi, kompetisi dalam dunai kerja akan lebih ketat. “Kalau Anda hari ini Anda belajar di LPM, hanya mendorong Anda menjadi manusia yang punya kreatifitas. Salah satunya keterampilan menulis. Sebab, konsentrasi LPM memang diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk menulis,” ujarnya.

Menurut aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, LPM Ukhuwah juga memberi pembekalan skill kepada setiap anggotanya. Mengapa ini penting? Sebab LPM adalah lembaga yang mengarahkan pada profesi wartawan. Namun demikian, menurut Rosi, tidak semua alumnus LPM Ukhuwah tidak menajdi wartawan. Sebab, semua itu tergantung dari individu masing-masing. “Bisa menjadi layouter, fografer, penulis lepas atau bisa jadi dosen jurnalistik. Tapi apapun profesi Anda nanti, tetap akan mendorong Anda menjadi sosok yang kreatif, terutama dalam bidang jurnalistik. Kalau pun jadi PNS, insya Allah Anda akan jadi PNS yang kreatif, karena Anda punya ketrampilan yang tidak semua orang miliki,” tegasnya.

Sementara, Muhammad Syaikodir, koordinator acara ini menyebutkan, Diklatsarjur yang berlangsung selama satu pekan ini (23-28 November 2015) ini akan ditindaklanjuti dengan penugasan berburu berita secara berkelompok. “Masing-masing akan dampingi kakak tingkat di LPM, untuk melakukan liputan. Mereka mengarahkan peserta, tentang isu, dan kemana peserta harus wawancara,” tambahnya.

Syaikodir juga mengatakan, peserta yang berjumlah 51 orang akan dilatih mengelola media, sekalipun hanya dalam bentuk sederhana. “Tapi dengan praktik mengelola media, peserta akan mengetahui bagaimana mereka menyiapkan materi sampai penerbitannya,” tegas Syaikodir. Diklat ini akan dirangkai dengan kunjungan ke sejumlah media di Palembang.**

TEKS : TIM LPM UKHUWAH

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster