Film KMGP, dari Tugas Kuliah sampai Layar lebar, FLP Sumsel Dukung Kampanye

 127 total views,  6 views today

PALEMBANG, KS

Bagi mahasiswa yang diberi tugas oleh dosen untuk membuat karya tulis, baik fiksi atau non fiksi, jangan dulu disia-siakan. Sebab, siapa tahu naskah yang awalnya dianggap sepele akan menjadi barang berharga di kemudian hari.

Ilustrasi : Google Image

Ilustrasi : Google Image

Lihat bagaimana kisah Helvy Tiana Rosa, sang penulis 50 buku Indonesia, yang kini sedang mengampanyekan film terbarunya berjudul Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP). Film yang bergenre Islami ini tidak muncul begitu saja.

BACO JUGO : SIAP PRODUKSI FILM SMB II, HELVY IZIN PULANG KE PALEMBANG

“Ini awalnya tugas kuliah, kemudian saya coba olah jadi  cerita. E, nggak tahunya dapat respon bagus. Makanya, adik-adik yang saat ini masih kuliah dan ada tugas dari dosen, karya tulisnya jangan dibuang-buang siapa tahu nanti akan menjadi karya yang abadi,” ujar Helvy dalam acara Milad ke-15 dan Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-4 Forum Lingkar Pena (FLP) Sumatera Selatan, di Ruang Pertemuan Hotel Garuda Mas Palembang, Sabtu, (22/11/2015).

Helvy mengisahkan, tahun 1997 informasi tentang kisah dalam tulisan KMGP kemudian didengar oleh sejumlah rekan dan beberapa pembaca. Ada respon positif dari mereka. Pada tahun itu pula, buku KMGP ini sebelum cetak selesai sudah ada yang sepuluh ribu buku. “Jadi yang indent bukan hanya barang-kosmetik atau baju, ternyata KMGP juga indent, subhanallah,” ujar sang pendiri FLP Indonesia.

helvy Tiana Rosa, Penulis Buku, Sastrawan Indonesia saat berada di Palembang,Sabtu, 22 November 2015 (Foto.Dok.KS)

Helvy Tiana Rosa (baju hitam), Penulis Buku, Sastrawan Indonesia saat berada di Palembang, sedang menandatangani buku KMGP, Sabtu, 22 November 2015 (Foto.Dok.KS)

KMGP dipastikan pada Januari 2016 akan menjelma menjadi film layar lebar. “Insya Allah, Januari, film ini akan diputar serentak di lima kota. Sekarang sedang dalam proses editing. Tolong doa dan bantu saya untuk kampanye nilai kebaikan, caranya dengan tonton film ini ajak keluarga,” ujar sastrawan yang kini menjadi salah satu dari 500 perempuan berpengaruh di dunia.

Acara yang dirangkai dengan temu penulis dari FLP se-Sumsel,  hadir juga jajaran FLP cabang se-Sumatera Selatan, FLP Ranting di Palembang, perwakilan penerbit exelen, sejumlah sekolah Islam Teradu Palembang, juga dihadiri Imron Supriyadi, Ketua Komite Sastra, mewakili Dewan Kesenian Palembang (DKP).

Sebagai ilustrasi pada acara ini, ditampilkan Grup Nasyid Nahwan Palembang, Gong Sapa- Sekolah Alam Palembang, RR Two Palembang dan musikalisasi puisi dibacakan oleh mantan Ketua FLP Sumsel, Ady Az-Zumar. Di ujung acara, Helvy kemudian mengajak peserta untuk secara bersama nonton bareng film KMGP bersama keluarga, sembari sibuk menandatangi tumpukan buku di hadapannya. Sebelum acara dilanjutkan Muswil, jajaran FLP Sumsel menyatakan sikap akan siap mendukung kampanye film KMGP di Sumsel.**

TEKS / FOTO : T PAMUNGKAS





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster