Rapat Paripurna Istimewa DPRD Muara Enim Sepi, Kursi Undangan Banyak Kosong‎

 253 total views,  2 views today

MUARAENIM, KS

Ada pemandangan yang tak lazim pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muara Enim di Gedung Utama DPRD Muaraenim, Jumat  (20/11/2015) pagi. Sebab acara sakral tahunan di lembaga legislatif itu, dirangkai dengan Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Muara Enim 2015. Tapi faktanya, suasana rapat istimewa yang dihadiri H Ishak Mekki, Wakil Gubernur Sumsel itu hanya dihadiri segelitir orang.

Tampak suasana balkon di Gedung DPRD Muaraenim. Dari 255 kursi untuk kades dan lurah se-Kab.Muaraenim, hanya berisi 15 orang (Foto.Dok.KS/Aldo)

Tampak suasana balkon di Gedung DPRD Muaraenim. Dari 255 kursi untuk kades dan lurah se-Kab.Muaraenim, hanya berisi 15 orang (Foto.Dok.KS/Aldo)

Lantai balkon dibagian atas gedung DPRD yang seharusnya dipenuhi bagi kepala desa dan lurah se-kabupaten Muaraenim, kali itu hanya terisi 15 orang, yaitu 2 lurah dan 13 kades. Dua kades yang sempat dikonfirmasi mengelak. Bahkan menolak disebut namanya. “Kami dari Semende dan kami diundang dengan dikoordinir oleh Pak Camat,” ujarnya pendek.

Iskandar, salah satu staf Sekretaria Dewan (Setwan) DPRD Muaraenim, ketika ditanya apakah kades banyak yang tak diundang? Iskandar hanya menjawab, hal itu bukan kewenangannya. “Kalau masalah undangan, sepenuhnya kewenangan Pemkab dan humasnya,” terang Iskandar singkat.

HUT Muaraenim Sepi

Susan sepi bukan hanya di gedung DPRD Muaraenim saja. Namun HUT ke-69 tahun ini juga tidak semeriah tahun sebelumnya. Khailani (42) warga Kepur mengakui, kalau HUT kabupaten tahun ini sangat sepi. Katanya, dulu setiap HUT selalu ada tenda di depan gedung dewan dan ucapan disertai karangan bunga selamat dari berbagai kabupaten dan kota. Bahkan dari stake holder juga ada ucapan yang membanjiri halaman hingga ke jalan-jalan. “Namun sekarang seperti kurang bergairah,” tuturnya.

Menurut Kailani, setiap HUT Muaraenim, sejak tahun 2008-2014 selalu ada pertandingan antar warga. Diantaranya panjat pinang dan lomba lainnya yang melibatkan masyarakat. “Namun tahun ini tak satu batang pinang pun terlihat,” ujarnya kecewa.

Tanda Tangan Nasi Kotak
Sementara itu, pada kegiatan sebelumnya ada hal kecil yang sedikit menganggu sebagian rekan media. Sebab ketika sedang meliput kegiatan di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu, Kamis (19/11/2015), para awak media diberi nasi kotak. Namun sebelum mengambil nasi kotak, setiap wartawan diharuskan menanda tangani absen sebagai tanda terima nasi tersebut. Menurut sebagian wartawan hal ini tidak biasa terjadi. “Ya, mungkin untuk laporan administrasi, supaya lebih tertib gitu,” seloroh salah satu wartawan.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER  RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster