Jadi Pemukiman, 200 Ha Hutan Lindung Bakal Dibebaskan

 1,094 total views,  2 views today

PAGARALAM, KS

Lantaran sudah menjadi pemukiman dua dusun yang padat penduduk,  kawasan lindung seluas sekitar 200 hektar atau Lahan eks transmigrasi di Rimba Candi, Kelurahan Candi, Kecamatan Dempo Tengah bakal dibebaskan dari kawasan hutan lindung. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir M Syarbani, baru-baru ini.

Menurutnya, rencana pembebasan areal dimaksud nantinya akan direalisasikan, mengingat pihakya sudah tiga kali melakukan pembahasan dengan menggelar rapat pertemuan diantaranya melibatkan pihak Balai Penetapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah II, Palembang, Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Bappeda Pagaralam, BPN maupun Kecamatan dan kelurahan setempat.

“1974 silam, area seluas 200 hektar itu dijadikan daerah tujuan transmigrasi. Saat itu Kota Pagaralam belum dimekarkan dan masih merupakan bagian kecamatan Kabupaten Lahat. Sementara kondisi  saat ini, angka pertumbuhan pemukiman penduduk kian padat. Termasuk pula pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum lainnya seperti lembaga pendidikan, masjid, balai desa, polindes maupun akses jalan pemukimanan dan lainnya terus berkembang,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejauh ini kondisinya sudah tidak sesuai sebagai kawasan lindung. Mengingat hampir sebagian besar area yang ada sudah  menjadi lahan pemukiman dan banyak sarana umum di lokasi itu.

Sementara untuk pedoman pembebasan lahan mengacu SK Menhut No 866 tahun 2014 tentang tata batas, tentunya rencana ini bakal berimbas perubahan peta RT RW Kota Pagaralam.

“Bila terwujud, areal hutan lindung di Pagaralam akan berkurang, sebagaimana merujuk Keputusan Menteri Kehutanan RI No.76/MENHUT-II/2010, tentang penetapan kesatuan pengelolaan hutan lindung dan kesatuan pengelolaan hutan provinsi Sumsel, kawasan hutan kota Pagaralam yang terletak pada KPHL Unit XII memiliki luas mencapai 24.618 hektar. Dengan rincian hutlin Bukit Dingin seluas 2.142,88 hektar dan hutlin Bukit Jambul Gunung Patah sekitar 22.474,12 hektar,” paparnya.

TEKS : ANTONI STEFEN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster