Episode Lanjutan Oknum PNS Selingkuh, Bupati Muara Enim : Bila Terbukti Ancam Pecat Status PNS Sang Dokter.

 1,310 total views,  2 views today

MUARA ENIM, KS

Terkait dengan adanya pengaduan dugaan selingkuh oknum PNS kesehatan antara dokter berinisial IN dan bidan DN, Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar, ancam akan memecatnya dari PNS di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Rabu (18/11/2015).

BACO BERITA SEBELUMNYO : DUA OKNUM PNS KESEHATAN DI MUARA ENIM BERSLINGKUH, SUAMINYA NGADU KE BUPATI

Dua Oknum PNS berinisial IN dan Bidan DN dalam sebuah ruangan yang berfoto dengan handphone (Foto.Dok.KS)

Dua Oknum PNS berinisial IN dan Bidan DN dalam sebuah ruangan yang berfoto dengan handphone (Foto.Dok.KS)

Menurut Muzakir, bahwa ia sudah menerima dan membaca laporan dugaan perselingkuhan tersebut. Namun tentu akan dipelajari dahulu sejauhmana kebenarannya. Jika pengaduan tersebut terbukti, maka ia tidak segan-segan akan memecat yang bersangkutan sebagai PNS. Sebab selain mencoreng korps PNS, juga telah mencoreng korps dokter. Padahal sebagai abdi negara, tentu harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. “Kita tunggu saja hasilnya. Kalau terbukti kita pecat,” ujar Muzakir singkat kepada sejumlah awak media.

Seperti diberitakan sebelumnya dokter spesialis kandungan berinisial IN (42) yang bertugas di RSUD dr HM Rabain Muara Enim, diduga telah berselingkuh cukup lama dengan seorang bidan DN (29) yang saat ini bertugas di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan. Perselingkuhan ini terkuak, setelah AF suami sah DN, melaporkan perselingkuhan tersebut ke Bupati Muara Enim dan Bupati Ogan Ilir.

Kasus perselingkuhan antara sang dokter dan bidan tersebut kini menjadi buah bibir di Kabupaten Muara Enim sejak kemarin. Berbagai komentarpun bermunculan menanggapi kasus yang memalukan abdi negara tersebut.

Ketua LSM P3ME, Hijazi S.IP dengan tegas mengatakan bahwa kasus ini jelas-jelas telah mencoreng profesi dokter dan PNS. Apalagi di Muaraenim sudah pernah terjadi kasus yang sama.

“Maka kita perlu mendukung keputusan Bupati Muaraenim untuk segera mengusut kasus yang memalukan ini. Tentu kita sama-sama tak ingin berharap agar kasus ini buah hadiah untuk HUT kabupaten Muara Enim yang ke 69 tahun.  Sekalipun angka 69 adalah angka yg kerap di bahasakan oleh dokter dan bidan,” pungkasnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster