Saya Tidak Pernah Mengatakan, Kalau Bakso Oma Dicampur Babi

 342 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Empat Lawang, Paterson Okki Bial menegaskan, dirinya tidak pernah menyampaikan statement atau pernyataan bahwa warung bakso Oma terbukti mencampurkan daging celeng (babi).

Menurut Okki, dirinya pun sangat terkejut dengan munculnya pernyataan tersebut melalui media cetak. “Saya tegaskan, saya tidak pernah memberi pernyataan bahwa bakso Oma terbukti dicampur daging celeng, seperti tertulis di salah satu media, Jum’at (13/11/2015) lalu,” tegasnya.

BERITA SEBELUMNYA : BAKSO CELENG CUMA ISU, LE’ DIN : INI FITNAH, AKAN SAYA LAPORKAN

BERITA SEBELUMNYA : MERASA PRIHATIN, WARGA SIAP KAWAL LE’ DIN LAPOR KE POLISI

Terkait masalah ini, Okki mengaku sudah melaporkan adanya pencatutan nama instansi Disperindag dan dirinya ke Sekda Empat Lawang. Namun, ia berharap pihak bersangkutan bisa menyelesaikan persoalan ini, karena menyangkut nama baik pemilik warung bakso oma.

Dijelaskannya, sampai saat ini Disperindag belum pernah melakukan pemeriksaan langsung ke warung bakso Oma. Sebab, jika ada permasalah seperti itu, seyogyanya melibatkan tim. Lagi pula, kata Okki, Disperindag Empat Lawang tidak memiliki kewenangan menutup usaha tersebut, apalagi belum ada bukti apapun. “Kami juga hanya dapat informasi, kalau bakso Oma itu dicampur daging celeng,” katanya menambahkan, sampai sekarang warungnya masih tutup.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, beredarnya informasi bahwa warung bakso “oma” terbukti mencampurkan daging celeng, padahal belum dilakukan pemeriksaan ataupun uji laboratorium.

Informasi dinilai tidak benar dan mencemarkan nama baik tersebut, membuat warga dan ratusan pelanggan setia Lek Din (pemilik warung bakso oma) prihatin. Bahkan, sejumlah warga Kelurahan Pasar Tebing Tinggi dan para pelanggan setia bakso asal kota Solo tersebut, berniat mengawal Le’ Din atau Udin melaporkan pencemaran nama baik usahanya ke Polres Empat Lawang.

Ilustrasi : Google Image

Ilustrasi : Google Image

“Prihatin atas musibah ini, kami sudah menghubungi Lek Din, kami pun siap mengawalnya melapor ke Polres,” ujar An, warga Tanjung Beringin Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, kemarin.

Terkait isu bakso celeng? katanya, sangat disesalkan. Para tetangga dan pelanggan kenal betul dengan Lek Din, apalagi selama tinggal di Tanjung Beringin dikenal baik dan mau bermasyarakat. Seyogyanya, Disperindag tidak memberi statement “terbukti” jika belum melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium. “Lek Din sangat terpukul, ini usahanya untuk menghidupi keluarga dan beberapa karyawannya. Masalah ini harus diperjelas, kita tunggu Lek Din pulang 22 November ini,” imbuhnya.

Simpati terhadap Lek Din pun membanjiri dunia maya, mulai dari Facebook dan BBM mengupdate dukungan, agar pemilik bakso Oma segera pulang dan menyelesaikan masalah ini. Maklum, bakso Oma dengan cita rasa khusus telah dikenal dan memiliki pelanggan hampir menyeluruh di wilayah Tebing Tinggi dan sekitarnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster