Merasa Prihatin, Warga Siap Kawal Le’ Din Lapor ke Polisi

 386 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS
Beredarnya isu bakso warung “oma” dicampur daging celeng, membuat warga dan ratusan pelanggan setia Le’ Din (pemilik warung bakso oma) prihatin.

Bahkan, sejumlah warga Kelurahan Pasar Tebing Tinggi dan para pelanggan setia bakso asal kota Solo tersebut, berniat mengawal Le’ Din atau Udin melaporkan pencemaran nama baik usahanya ke Polres Empat Lawang.

“Prihatin atas musibah ini, kami sudah menghubungi Le’ Din, kami pun siap mengawalnya melapor ke Polres,” ujar AN, warga Tanjung Beringin Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, kemarin (15/11/2015).

Terkait isu bakso celeng? katanya, sangat disesalkan. Para tetangga dan pelanggan kenal betul dengan Le’ Din, apalagi selama tinggal di Tanjung Beringin dikenal baik dan mau bermasyarakat.

BERITA SEBELUMNYA : BAKSO CELENG CUMA ISU, LE’ DIN : INI FITNAH, AKAN SAYA LAPORKAN

Seyogyanya, Disperindag Empat Lawang tidak terburu-buru memberi statement “terbukti”, jika belum melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium. “Le’ Din sangat terpukul, ini usahanya untuk menghidupi keluarga dan beberapa karyawannya. Masalah ini harus diperjelas, kita tunggu Le’ Din pulang 22 November ini,” imbuhnya.

Simpati terhadap Le’ Din pun membanjiri dunia maya, mulai dari Facebook dan BBM mengupdate dukungan, agar pemilik bakso Oma segera pulang dan menyelesaikan masalah ini. Maklum, bakso Oma dengan cita rasa khusus telah dikenal dan memiliki pelanggan hampir menyeluruh di wilayah Tebing Tinggi dan sekitarnya.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, sebelumnya, isu bakso celeng merebak di masyarakat Tebing Tinggi sejak dua pekan terakhir ternyata belum ada kebenarannya. Kendati demikian, isu tersebut masih ada karena warung bakso “Oma” sejak hampir dua bulan terakhir tutup.

Sebagian besar masyarakat dan pelanggan bakso Oma pun tidak percaya, sebab belum ada bukti jelas tuduhan tersebut, hanya sebatas isu dari mulut ke mulut. Bahkan kuat dugaan, ada yang sengaja menyebar isu, karena iri dengan warung bakso milik Udin atau dikenal Le’ Din ramai pelanggan setiap hari. “Dak mungkinlah, isu saja itu. Kalau memang terbukti pakai daging celeng, pasti Le’ Din (pemilik warung bakso, red) sudah di proses polisi,” ungkap salah seorang pelanggan bakso “Oma”.

Warga sekitar mengakui, hampir dua bulan warung bakso oma tutup, karena pemiliknya pulang ke Jawa. “Bukan karena ada isu itu, Le’ Din pulang ke Jawa menghadiri anaknya wisuda. Kabar itu hanya isu saja, mungkin karena ada persaingan usaha,”ujar warga tadi.

Dijelaskannya, bakso Oma sudah buka sekitar sepuluh tahun dan mengapa isu tersebut baru sekarang, semestinya dari dulu jika memang isu tersebut benar. “Saya sering lihat sendiri tulang-tulang sapi dari warung itu. Warung bakso ini sengaja tutup, nanti buka lagi,”cetusnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Empat Lawang, Peterson Okki Bial mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum melakukan pemeriksaan langsung ke pedagang bakso Oma. “Kami juga hanya dapat informasi, kalau bakso Oma itu dicampur daging celeng,” katanya.

Sampai saat ini, kata Okki, pihaknya belum menemukan bukti apapun, karena memang belum dilakukan pemeriksaan ke warung bakso oma. “Sekarang kan warungnya tutup, nanti kalau sudah buka akan kami lakukan pemeriksaan untuk membuktikan apakah isu tersebut benar atau tidak,”katanya.

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kasat Reskrim AKP Nanang Supriatna menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan ataupun aduan dari masyarakat terakait isu bakso celeng tersebut.

Dijelaskan Nanang, pihaknya juga tidak bisa gegabah melakukan perkara ini. Sebab untuk membuktikan bakso tersebut dicampur dengan daging babi harus melalui uji laboratorium yang alatnya ada di Lampung. “Kami tidak bisa gegabah, Sebab untuk memastikannya harus diperiksa uji laboratorium di Lampung,” jelasnya.

Terpisah, pemilik warung Bakso Oma, Udin (45) atau biasa disapa Le’ Din, ketika dikonfirmasi melalui ponselnya, membantah keras bahwa pentol bakso jualannya dicampur daging celeng.  “Demi Allah saya tidak pernah mencampur dagangan saya dengan daging celeng, Saya rela pertaruhkan nyawa saya, itu jelas-jelas fitnah besar. Jangankan pelanggan, kami sekeluarga juga makan bakso yang saya buat,”kata Udin, dengan nada kesal.

Daging sapi, imbuh Udin, dibelinya di kota Lubuk Linggau di perusahaan teman akrabnya sendiri. Nama perusahaan pengilingannya itu Solo Abadi. “Dia juga orang Jawa dan sering main ke rumah saya di Tebing Tinggi. Kita beli daging sapi yang sudah digiling dan itu murni daging sapi asli tanpa ada campuran, dijamin 100 persen,” tuturnya

Disisi lain, Udin merasa nama baik dan usahanya dicemarkan,  sendiri berencana akan membawa kasus ini ke ranah hukum. “Saya tidak segan-segan akan melaporkan masalah ini ke jalur hukum karena ini menyangkut harga diri,” tegasnya.

Satu bulan warung baksonya ditutup, jelasnya, karena ia dan keluarga mudik ke Jawa Tengah, menghadiri acara wisuda anaknya sekaligus mengadakan acara selamatan untuk rumah barunya. Dalam waktu dekat, dirinya akan pulang ke Empat Lawang mengurus persoalan ini.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster