Jembatan Gantung Ambruk, Pelajar Terpaksa Digendong Menyeberangi Sungai

 434 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS
Jembatan gantung penghubung warga Desa Kembahang Lama menuju Pasar Talang Padang, Kecamatan Talang Padang ambruk. Belum diketahui jelas penyebab ambruknya akses penting bagi pelajar SD Negeri 10 Talang Padang itu, Kamis (12/11/2015) sekitar pukul 12.00 WIB tiba tiba saja putus, sehingga para pelajar terpaksa digendong menyeberangi Sungai Selepah.

303346-12125501102015@output_lwfZFbInformasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, terputusnya jembatan gantung yang dibangun sekitar 2009 lalu tersebut sangat menyulitkan, karena sebagai akses terdekat bagi para pelajar SDN 10. Ironisnya lagi, tiang jembatan nyaris tak lagi terlihat, karena tertutup pagar rapat dari bambu yang terlihat masih baru. Diduga akses jalan juga sengaja ditutup oleh pemilik tanah, setelah jembatan gantung putus.

Menurut Iwan (50) warga sekitar menyebutkan, jembatan tersebut rencananya akan di rehab oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kembahang Lama, menggunakan anggaran dana desa (ADD) 2015 ini. Bahkan beberapa material untuk merehab jembatan tersebut, seperti kayu telah tertumpuk di lokasi jembatan.

“Apanya yang mau di rehab, jembatannya saja sudah ambruk,” kata Iwan menambahkan, tidak mungkin lagi ada penerapan dana desa untuk rehab jembatan ini. Harus menyiapkan dana besar membangun baru, itupun saya yakin tidak cukup kalau dialokasikan dari ADD.

Sumber lain menyebut, sebelum jembatan tersebut diketahui putus, pemilik tanah meminta uang sebesar Rp10 Juta kepada Kades Kembahang Lama sebagai uang pembebasan lahan tiang jembatan. Namun, permuntaan itu ditolak karena tidak ada dalam rencana anggaran belanja (RAB).

Warga meminta, kades memperjelas status lahan jembatan gantung tersebut. Seyogyanya, setiap pembangunan fasilitas umum lahan dimaksud sudah tercatat hibah atau dibebaskan. “Kasihan anak-anak mau sekolah, kalau mau jalan memutar kan jauh. Karena tak ada lagi jembatan gantung, harus digendong orangtuanya menyebrangi sungai selepah,” cetus warga tadi.

Secara terpisah, kades Kembahang Lama, Arianto mengakui, jembatan gantung didesanya putus diduga akibat bencana alam. Ia pun miris, melihat kondisi anak-anak sekolah harus digendong saat menyeberangi sungai, lantaran jembatan gantung itu sudah putus. “Waktu jembatan putus saya lagi di Tebing Tinggi. Kami pun sudah rapat bersama aparat desa, mencari solusi secepatnya,” kata Arianto.

Dalam rencana pembangunan melalui ADD, rehab jembatan gantung menjadi salah satu item pekerjaan, selain beberapa item membangun jalan setapak. “Kami akan konsultasi dengan Dinas PU Cipta Karya, untuk CCO kan item rehab jembatan ke item yang lain,”terangnya. (

TEKS / FOTO : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster