Warga Ancam Tempuh Jalur Hukum, Jika PT Kendi Tak Menggubris

 2,603 total views,  4 views today

EMPAT LAWANG, KS

Kebakaran lahan perkebunan karet milik warga Desa Muarasaling Kecamatan Saling, Oktober 2015 lalu bakal berbutut panjang ke proses hukum. Pasalnya, PT Kendi Arindo diduga sebagai penyebab terjadinya kebakaran kebun warga, terkesan cuek dan tak ada niat bertanggungjawab.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebut, setidaknya 20 hektar lahan kebun karet warga Desa Muarasaling ludes terbakar, diduga akibat aktifitas pembukaan lahan oleh PT Kendi Arindo di wilayah desa tersebut.

Pada awalnya, warga tak ingin memperpanjang permasalahan, jika perusahaan pengelola kayu arang tersebut ada itikad baik dan bertanggungjawab. Namun, hingga bulan Nopember ini tanda-tanda niat baik perusahaan untuk bertanggug jawab tidak kunjung terlihat.

Kepala Desa (Kades) Muarasaling, Arif Budiman mengakui, adanya laporan adanya kebakaran lahan perkebunan karet milik warga. Diduga akibat aktifitas PT Kendi Arindo yang beroperasi di wilayah desanya. Selaku Kades, tentu saja dia menindak lanjuti laporan warga tersebut ke pihak PT Kendi, namun hingga saat ini menurutnya, pihak perusahaan terkesan mengabaikan komplin warga tersebut. Karenanya, dia mengaku tidak akan bertanggung jawab jika terjadi reaksi dari warganya.

“Padahal kita telah berniat baik untuk tidak memperpanjang permasalahan ini dengan bedialog bersama. Namun hingga saat ini tidak ada upaya niat baik pihak PT Kendi untuk berdialog bersama warga terutama korban, dan ini sangat saya sesalkan selaku kades setempat,” ungkap Arief Budiman.

Disampaikannya, berdasarkan laporan warga, api jelas berasal dari lahan milik PT Kendi Arindo, selaku Kades dia berharap persoalan terbakarnya sekitar 20 hektar perkebunan warganya ini dapat diselesaikan dengan baik-baik, namun hingga saat ini pihaknya belum menerima itikad baik dari perusahaan untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.

“Sudah jelas-jelas api yang membakar 20 hektar kebun karet warga berasal dari lahan milik PT Kendi. Saya tidak mau tau tujuan mereka apa membakar lahan, yang saya pertanyakan adalah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap korban,” tegasnya.

Sejauh ini sambungnya, dia telah melayangkan surat kepada pihak perusahaan yang intinya agar perusahaan segera bertanggung jawab, namun surat yang ber kop Kepala Desa itu tidak ada tanggapan maupun balasan. “Saya sudah layangkan surat kepada pihak perusahaan, namun belum ada respon maupun balasan, jika pihak perusahaan tidak ada niat baik, saya akan persilahkan warga korban terbakarnya lahan untuk menempuh jalur hukum,”tukasnya.

TEKS / FOTO  : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster