Tak Penuhi Hak Karyawan yang Meninggal, PTBA Harus Putuskan Kontrak dengan PT.BKPL

 1,093 total views,  2 views today

MUARA ENIM, KS

Managemen PT. Bangun Karya Pratama Lestari (PT. BKPL) yang merupakan Sub-kontraktor PT.Bukit Asam (Persero) Tbk Tanjung Enim, di tuding tidak menyelesaikan hak karyawannya yang meninggal dunia. Manajemen  kemudian dituduh tidak ada niat baik terhadap keluarga dari Almarhum Mulyono (52), warga Bedeng Kresek, Lingkungan Bukit Munggu ,Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, salah satu karyawan PT. BKPL yang meninggal pada 27 September 2015 lalu.

Sampai saat ini, hak almarhum sebagai karyawan belum dipenuhi oleh managemen PT. BKPL diantaranya pesangon, BPJS Ketenaga kerjaan, asuransi kematian dan sebagainya. Sehingga pihak keluarga mengadukan permasalahan ini ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Kabupaten Muara Enim.

“Kami sudah capek bolak balik ke kantor BPKL di tambang bangko dan menelepon perwakilan management. Bisanya hanya janji-janji yang penuh harapan yang disampaikan, bahwa akan segera menyelesaikan hak orang tua kami. Oleh karena itu, kami mengadu ke Disnaker Muara Enim terkait permasalahan ini,” tutur Sigit Eko Raharjo (34), anak almarhum.

Saat orang tuanya meninggal, kata Sigit, PT. BKPL berjanji akan segera membayarkan pesangon sebesar Rp 31 juta. Namun, sampai saat ini pihak perusahaan belum memenuhi. Bahkan, mereka pernah mengirim perwakilan karyawannya untuk menyicil pesangon tersebut. Padahal mereka sudah berjanji secara tertulis akan membayar pesangon tersebut sekaligus tanpa di cicil.

Selain itu, lanjutnya, pihak keluarga mempertanyakan pembayaran BPJS Ketenaga kerjaan dan asuransi kematian. Karena setiap bulan gaji orang tuanya selalu di potong oleh perusahaan.

Ternyata, setelah mereka mendatangi BPJS Ketenaga Kerjaan di Muara Enim tidak bisa dicairkan karena terhitung sejak Maret 2015 PT. BKPL tidak lagi membayar ke BPJS sehingga hak karyawan tidak bisa di cairkan sampai PT. BKPL membayar lunas tunggakannya ke BPJS.

“Kami memohon kepada pihak terkait yakni Disnaker Kabupaten Muara Enim dan PTBA selaku induk perusahaan PT. BKPL untuk dapat membantu mengatasi permasalahan ini, sehingga almarhum Bapak kami bisa tenang di alam barkah,” harapnya.

Terkait masalah ini, Ketua LSM P3ME, Hijazi, S.IP, mengatakan PTBA harus bertindak tegas dengan memutus kontrak PT. BKPL yang telah semena-mena terhadap karyawan dengan melakukan penipuan dan melalaikan hak-hak karyawannya.

“Jika PTBA tidak tegas terhadap PT. BKPL, maka perusahaan ini akan terus mencoreng nama PTBA dan tentu tidak menutup kemungkinan akan di ikuti oleh sub-kontraktor lainnya, Sehingga bisa menjadi pelajaran dan warning bagi perusahaan lainnya yang menjadi mitra PTBA” ucapnya dengan nada keras.

Sementara itu, Aldo pemerhati ketenagaan kerjaan di Tanjung Enim menyayangkan atas sikap management PT.BKPL yang tidak pro aktif terhadap permasalahan hak dari karyawan nya yang telah meninggal dunia.

Padahal kata Aldo, hal tersebut sudah menjadi kewajiban dari suatu perusahaan untuk memberikan pesangon terhadap karyawannya baik yang meninggal dunia atau di PHK, Terlebih mengenai pencairan dana BPJS ketenagakerjaan yang tidak bisa di cairkan oleh ahli waris dikarenakan PT.BKPL tidak menyetorkan potongan gaji karyawan ke pihak BPJS sejak maret 2015.

“Sangat di sesalkan masalah ini. Seharusnya persoalan ini bisa di selesaikan secara cepat dan tidak berlarut-larut seperti ini. Karena bagaimanapun juga pihak keluarga yang di tinggalkan tentu banyak kebutuhan mendesak. Saya jadinya malah curiga dan menduga pihak management sudah melakukan penggelapan hak-hak karyawan yang lainnya,” ujar Aldo yang juga merupakan wakil ketua Forum Bara Muda Tanjung Enim.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muara Enim, Ali Rachman menuturkan perusahaan harus menegakan aturan yang ada di Republik ini, sehingga hak dan kesejahteraan karyawan dapat terpenuhi.

“Saya akan segera memerintahkan kepada pengawas untuk meneliti permalasahan ini dan segera ditindak lanjuti. Kita akan memediasi pertemuan antara PT. BKPL dengan ahli waris almarhum sehingga permasalahan ini dapat terselesaikan,” ucapnya.

Pihaknya berharap, PTBA untuk dapat membina perusahaan yang menjadi mitra kerjanya, sehingga tidak merugikan tenaga kerja seperti ini. “Bahkan, bila perusahaan tersebut tetap membandel PTBA harus tegas dengan memutus kontrak kerjanya,”

TEKS/FOTO : HENDRO A. IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster