Tidak Melapor, Izin PT LIP Dipertanyakan, Reza : Mereka Harus Menghargai Pemerintahan yang Saya Pimpin

 438 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Izin operasional PT Lawang Indah Pratama (PT LIP), di wilayah Desa Muarasaling Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang dipertanyakan. Pasalnya, sejak beroperasi perusahaan yang mengelola kayu itu kembali berdiri, tidak pernah ada laporan ke pihak kecamatan.

Camat Saling, Reza Fahlefi membenarkan, PT LIP tidak pernah melapor, izin perusahaan tersebut pun dipertanyakan. Informasi berkembang, kata Reza, jika pengurusan izin perusahaan itu saat wilayah Kecamatan Saling masih dibawah Kecamatan Tebing Tinggi. Karenanya, pihak Kecamatan Saling tidak memiliki arsip perizinan perusahaan itu.

“Saya harap mereka dapat menghargai pemerintahan yang saya pimpin, asal tau saja saat ini Saling bukan wilayah Tebing Tinggi lagi, saat ini Saling adalah wilayah kecamatan terpisah dengan kecamatan lain. Dan saya berkewajiban melindungi masyarakat saya yang bekerja di sana, jika tidak ada laporan, bagaimana saya tau berapa orang warga saya yang bekerja serta bagaimana keadaan mereka di sana,” jelasnya.

Sementara itu, areal perusahaan PT LIP terletak di Jalan Lintas Sumatera, Desa Muarasaling, Empat Lawang, pihak perusahaan tidak dapat dijumpai. Menurut keterangan salah seorang Security jika saat ini yang bertanggung jawab pada operasional perusahaan sedang tidak berada di tempat.

“Tidak ada pimpinan kami saat ini, mereka sedang di Muarabeliti. Mereka sangat jarang ke sini, paling-paling meninjau sebentar sudah itu langsung pergi,” kata salah seorang Security yang mengaku bernama Wapi.

Ketika ditanya jumlah karyawan yang saat ini bekerja di PT LIP, disampaikannya saat ini perusahaan memperkerjakan sekitar 50 orang lebih. “Kurang kalau dibilang seratus orang karyawan, kalau lima puluh orang lebihlah,” ungkapnya.

Sementara Kades Muarasaling, Arief Budiman saat dikonfirmasi mengakui adanya operasional PT LIP di wilayah desanya. Namun demikian, dia tidak begitu banyak tau bagaimana aktifitas perusahaan tersebut. “Pernah ada yang datang dari pihak perusahaan dan menjelaskan jika PT LIP kembali beroperasi, sudah itu sudah. Terus terang kami juga dari pihak desa tidak mendapat apa-apa dari perusahaan semenjak kembali beroerasi sekitar lima bulan yang lalu, bahkan hingga sekarang tidak ada Income desa dari PT LIP ke kami,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster