Kesadaran Warga Masih Rendah Bayar PBB, Target Rp 41,3 Miliar, Dispenda Pesimis Pencapaian PAD 2015

 216 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Empat Lawang, mulai pesimis mampu mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) Sebab, dari target Rp 41,3 Miliar, baru tercapai sekitar 50 persen per Oktober 2015 ini.

303346-12125501102015@output_lwfZFb“Belum bisa dipastikan tercapai atau tidak, targetnya mengalami penambahan dari Rp 31 Miliar menjadi Rp 41,3 Miliar,” ungkap Kepala Dispenda Empat Lawang, Mgs A Nawawi, kemarin (9/11/2015).

Menurunnya pendapatan kata Nawawi, juga dipengaruhi pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat. Akibatnya, banyak pekerjaan proyek fisik tertunda. Padahal, sebagian besar sumber PAD berasal dari retribusi galian golongan C.

Di Empat Lawang, tidak memiliki industri, seperti tambang dan sebagainya tidak seperti daerah lain. Padahal target yang akan dicampai Rp 41, 3 Milliar dengan begitu tentunya belum bisa memastikan bisa tercapai atau tidak. “Kami berusahan semaksimal mungkin,  saat ini pencapaian PAD baru Rp 20 Milliar lebih. InsyaAllah  angka tersebut bisa meningkat pada November dan Desember nanti,” jelasnya.

Nawawi mengingatkan, para kades, agar lebih giat lagi untuk menagih PBB, untuk saat ini baru Satu Kecamatan lunas yakni Lintang kanan. Sedangkan Sembilan kecamatan lain belum, bahkan parahnya lagi ada satu kecamatan yang baru mencapai Satu persen Ulu Musi.

Menurutnya masih banyak masyarakat yang belum bayar PBB ini, dikarenakan
kesadaran masyarakat masih rendah dan perangkat desanya kurang giat untuk mengingatkan kepada masyarakatnya untuk membayar PBB. “Padahal di PBB sudah diterapkan dengan ekual besic. Jadi kalau masyarakat tidak membayar akan menjadi hutang Pemkab, “tuturnya.

Dikatakannya sekarang mereka sudah lewat masa pembayaran, karena sudah lewat dari 1 November itu akan dikenakan denda 2 persen setiap bulannya. “Jadi sekarang ada denda bagi masyarakat yang terlambat membayar PBB, denda tersebut sebagai efek jerah bagi masyarakat yang enggan membayar PBB, “tukasnya.

 

 

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster