Sumsel Lumbung Energi Nasional, Tapi Listrik Masih Bermasalah

25 total views, 3 views today

MUARAENIM, KS

Ir H Alex Noerdin, Gubernur Sumsel saat memberi sambtan di depan menderi ESDM (Foto.Dok.KS/Aldo)

Ir H Alex Noerdin, Gubernur Sumsel saat memberi sambtan di depan menderi ESDM (Foto.Dok.KS/Aldo)

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, Sumsel merupakan lumbung energi Nasional di Indonesia. “Ini adalah PLTU mulut tambang batubara. Sebanyak 48,35 persen persediaan batubara di Indonesia berasal dari Sumsel,” ujar Alex. Hal itu dikatakan Alex dihadapan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI  Sudirman Said, saat meresmikan “groundbreaking” PLTU Banko Tengah 2 x 620 MW (PLTU Sumsel 8), di Desa Tanjung Lalang, Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim dan Peresmian PLTU Mulut Tambang Banjarsari 2 x 110 di Kabupaten Lahat, Sabtu (7/11/2015).

Menurut Alex, Sumsel sebagai lumbung energi Nasional kini memiliki banyak PLTU. “Kita akan bangun 35 ribu MW pembangkit listrik selama satu dekade ke depan,” ujar Alex.

Tapi, katanya, masih banyak masalah seperti pembangkit listrik di Sumsel 1, Sumsel 5, Sumsel 6, Sumsel 9, dan Sumsel 10. Sebab, proses tender berlarut-larut sudah lebih 5 tahun. “Tender yang berlarut ini merugikan Pemprov. Pada gilirannya merugikan pemerintah RI. Maka kami berharap PLN memberikan kesempatan Pemda untuk ikut bantu proses pengadaan pembangunan PLTU ini. Bukan hanya diserahkan pada PLN saja,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sudirman mengatakan, jika program ini sudah beroperasi 2019, PLTU Sumsel 8 sebagai PLTU mulut tambang pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Ini adalah perjuangan panjang sejak awal tahun 90-an,” ujar Sudirman.

Kemudian, menurut Sudirman, dengan nilai investasi PLTU Sumsel 8 mencapai 1,6 miliar dolar, diharapkan harga saham batubara akan naik Senin besok (hari ini, 9/11/2015).

lebih lanjut, Sudriman mengatakan, PLTU Sumsel 8 ini sangat membantu defisit listrik yang terjadi di PLN. Menurutnya, lima tahun ke depan, pemain listrik akan berubah. Bukan hanya PLN saja tetapi separuh dari pemasok adalah pemain swasta. “Problem terbesar kita pada transmisi. Kita sebenarnya maju dari segi pembangunan listrik. 53.000 MW yang terpasang tahun lalu. Sampai akhir tahun ini bertambah menjadi sebesar 57.000 MW,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Bukit Asam (Persero) Tbk Milawarman mengatakan, PLTU Sumsel 8 berdiri di lahan seluas 103,28 hektar melingkup Desa Tanjung Lalang dan Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung.

Proyek di bawah pengelolaan anak perusahaan PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) ini senilai 1,59 dollar dijadwalkan beroperasi komersial atau masuk ke dalam jaringan interkoneksi Jawa-Sumatera pada tahun 2019.

Selain memiliki saham 45 persen pada proyek ini, PT BA juga merupakan pemasok tunggal bahan bakar batubaranya sekitar 5 juta ton per tahun untuk periode 25 tahun. “Kami laporkan juga bahwa pada kesempatan ini sudah menyelesaikan PLTU Banjarsari 2×110 MW di Kabupaten Lahat sudah selesai dan siap beroperasi dan masuk ke jaringan interkoneksi Sumbagsel dari PLN,” kata Mila.

Foto.DOk.KS/Aldo

Foto.DOk.KS/Aldo

Kemudian, dalam proyek senilai 320 juta dolar yang dikelola anak perusahaan PT Bukti Pembangkit Innovative ini, PT BA menguasai sebesar 59,5 persen sahamnya. Selain itu PT BA merupakan pemasok tunggal bahan bakar batubaranya sekitar 1,5 juta ton per tahun untuk masa 30 tahun.

Kata dia, Pada saat PLTU Mulut Tambang Banko Tengah mulai beroperasi sekitar tahun 2019 nanti. Saat itu PT BA sudah mengoperasikan pembangkit listriik sebesar 1.500 MW. Selain itu PTBA ikut tender PLTU Mulut Tambang Sumsel 9, dan Sumsel 10 yang masing-masing berkapastas 2×600 MW dan 600 MW dimana PT BA lolos pra kuaifikasi bersama 6 peserta tender.

“Di luar itu PT BA sedang mengembangkan PLTU Mulut Tambang dalam rangka mendukung program Sumsel lumbung energi dan kemandirian energi nasional melalui program PLTU 35.000 MW. Ke depan kami ingin menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan,”jelasnya.

Hadir dalam ground breaking Deputi Pertambangan dan Energi Kementerian BUMN, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Kapolda Sumsel Irjend (Pol) Prof.Dr Iza Fadri, Bupati Muara Enim Ir.H Muzakir Sai Sohar, Dirut PT BA Milawarma serta semua rekanan PT BA. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, pemerintah sangat bangga dengan groundbreaking pembangunan PLTU Sumsel 8 ini.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com