Akses Bendungan Ayek Lematang Dibangun di November

 325 total views,  2 views today

PAGARALAM, KS

Pembangunan irigasi Ayek Lematang yang rencana dibangun dengan anggaran tahun jamak, 4 tahun ke depan, dalam waktu dekat tahap awalnya dibangun akses masuk menuju bendungan berlokasi di Semidang Alas, Kecamatan Deemp Tengah.

“Jika tak ada halangan sekitar November ini dibuka akses masuk menuju bendungan. Rencana awal jalannya sepanjang 2,5 km, lantaran medan jalannya cukup ekstrim maka dibuat akses baru berupa jalan landai dengan radius lebih jauh sekitar 4,5 km, untuk memudahkan aktifitas pengerjaan bendungan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum melalui Kabid Pengairan Dodi Satriawan sebagaimana ditulis RMOL Sumsel, Minggu (8/11)

303346-12125501102015@output_lwfZFbProyek irigasi Ayek Lematang, nilai kontraknya sekitar Rp.739 miliar dari pusat, kata Dodi. Mengenai area pembangunan bendungan masuk hutan lindung Bukit Jambul Gunung Patah dirinya mengaku belum lama ini sudah ada izin dari Kementrian Kehutanan.

“Luas izin pakai hutan lindung 19,4 hektar. Untuk tahap awal pembangunannya  diperkirakan menggunakan lahan sekitar 4 hektar meliputi  lokasi bendung dan camp pekerja,” ujarnya.

Ia mengatakan,Nantinya, bangunan irigasi Lematang dengan panjang sekitar 7 km meliputi saluran irigasi tersier, sekunder dan primer mampu mengairi sawah masyarakat setempat yang sebagian merupakan sawah tadah hujan.

“Diperkirakan mengairi areal sawah sekitar tiga ribu hektar sawah meliputi sawah yang ada dan rencana cetak baru,” beber Dodi.

Sementara , Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Pagaralam melalui  Kabid Inventarisasi dan Tata Guna Hutan Agus Budiman SHut membenarkan adany izin pinjam pakai lahan hutan lindung dari Kementrian Kehutanan. “Sudah ada izinnya, pinjam pakai lahan hutlin selama 5 tahun,” ungkap.

Dia juga menambahkan, mengenai luas kawasan yang dibebaskan sekitar 19 hektar. Meiputi areal bendungan irigasi dan areal sekitar bangunan irigasi dengan radius sepanjang 7 km.

“Areal yang masuk pembanguna irigasi dibebaskan, yang jelas akan adanya dampak pembangunanya,” ulas dia untuk disekitar lokasi pembangunan irigasi ini nantinya disarankan untuk dilakukan penanaman pohon agar ekosistem hutan tetap terjaga.

TEKS : RMOLSUMSEL.COM





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster