Tanamkan Keimanan dan Ketaqwaan Sejak Dini

 488 total views,  2 views today

TANJUNG ENIM, KS

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu Antrasita Tanjung Enim adalah salah satu Paud Favorit di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim. Pendidikan pra sekolah itu menerima siswa mulai dari 2-6 tahun, sebagai pemeliharaan perkembangan potensi anak-anak didiknya. Lembaga pendidikan pra sekolah binaan Bukit Asam Fundation itu mempunyai metode menanamkan keimanan dan ketaqwaan sejak dini dengan mencetak peserta didik yang sehat, cerdas, dan ceria untuk inovatif masa depan.

“Anak-anak yang belajar disini kita bekali dengan ilmu agama. Untuk menanamkan keimanan dan ketaqwaan sejak usian dini. Diantaranya, membiasakan anak membaca doa-doa sehari-hari, sholat dhuha, belajar iqro, belajar wudlu dan sholat bersama, serta belajar manasik haji,”ungkap Kantun, S.Pd.Aud kepala Paud Terpadu Antrasita Tanjung Enim kepada Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM.

Ia mengatakan, seperti yang diikuti anak-anak didiknya pada peringatan 10 Muharam di Kecamatan Lawang Kidul beberapa waktu kemarin, yakni kegiatan manasik haji cilik di Masjid Jamik Bukit Asam Tanjung Enim. Sebanyak 39 anak-anak Paud Antrasita diikutkan bersama ribuan anak-anak paud se-kecamatan ini.

“Tujuan kita ikut kegiatan manasik haji cilik yang digelar PKG Paud/TK Kecamatan Lawang Kidul itu adalah untuk menanamkan kepada anak-anak rukun islam ke lima, yaitu berhaji,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, kegiatan manasik haji cilik itu dipenuhi keceriaan sebagaimana anak-anak, namun berlangsung khusuk. Lanjutnya, pengertian Haji itu sendiri secara garis besar adalah berkunjung ke Baitullah. Untuk melakukan thawaf, Sa’i, Wukuf di Arafah dan melakukan amalan-amalan yang lain dalam waktu tertentu (antara 1 Syawal sampai 13 Dzul Hijjah) untuk mendapatkan keridaan Allah SWT.

Kemudian, anak-anak mengikuti peragaan manasik haji cilik didampingi oleh guru pembinanya. Melaksanakan manasik haji sesuai dengan rukun-rukunnya, diantaranya rukun haji, persyaratan, wajib, sunnah, maupun hal yang tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan haji. Kemudian anak-anak praktek mengikuti sebagaimana calon haji, diantaranya praktek tawaf, Sa’I, Wukuf, Lempar Jumrah, dan prosesi lainnya dengan kondisi yang dibuat mirip dengan keadaan di tanah suci.

“Semoga kedepan anak-anak didik kita ini bisa menjadi tamu-tamu Allah SWT di hari-hari yang akan datang. Mereka sudah tahu bagaimana dan apa yang disebut Manasik Haji,” pungkasnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster