Lubuklinggau Second City Sumsel, Dafam Hotels Ekspansi Ke Lubuklinggau

40 total views, 3 views today

LUBUKLINGGAU, KS

Kota Lubuklinggau benar-benar menasbihkan diri sebagai second city atau kota terbesar kedua setelah Palembang di Provinsi Sumatera Selatan, pasalnya salah satu investor yakni Dafam Hotels yang telah memiliki 17 hotel di Indonesia, bakal meramaikan jumlah perhotelan di Bumi Sebiduk Semare.

Rencananya, pada Januari 2016 mendatang, manajemen hotel tersebut akan melakukan ground breaking atau pemasangan tiang pancang dan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan, yang berada di Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan.

air-terjun-temam-lubuklinggau-sumatera-selatan-600x323Managing Director Dafam Hotels, Andhy Irawan dalam audiensinya dihadapan Walikota Lubuklinggau, mengungkapkan, bahwa ketertarikan manajemennya untuk membangun perekonomian Kota Lubuklinggau telah direncanakan dengan matang. Selain itu melihat Lubuklinggau sebagai kota perdagangan dan jasa, serta sebagai jalur transit dari berbagai daerah memungkinkan pihaknya untuk mengembangkan sayap bisnis di wilayah Sumatera bagian selatan tersebut.

“Kehadiran Dafam Hotels, tentu membawa angin segar bagi kalangan pebisnis yang sedang berkunjung ke Lubuklinggau, untuk mencari penginapan dengan fasilitas yang mumpuni,” ujar Andhi

Andhi menerangkan, bukan hanya sekedar meramaikan perhotelan di Lubuklinggau, melainkan Dafam hotels bisa menyerap tenaga kerja lokal asli penduduk setempat. Tentunya, hal ini menjadi program pemerintah dalam hal pengentasan pengangguran dan membantu roda perekonomian daerah semakin maju.

“Kehadiran Dafam Hotels, tentu membawa angin segar bagi kalangan pebisnis yang sedang berkunjung ke Lubuklinggau, untuk mencari penginapan dengan fasilitas yang mumpuni,” ujar Andhi

Manajemen berjanji, setidaknya alokasi pekerja telah disiapkan 75 persen bagi tenaga kerja lokal. Tentunya dengan kehadiran Dafam hotels bisa mengangkat Lubuklinggau go nasional maupun internasional.

Direncanakan, hotel yang dibangun diatas lahan seluas 8.000 meter persegi dan memiliki tujuh lantai ini akan terdapat 125 kamar. Dan hotel ini termasuk dalam kategori hotel bintang tiga plus.

“Diharapkan 2017 pembangunan hotel selesai, dan masyarakat bisa menikmati kenyamanan fasiltas yang diberikan,” jelasnya.

Berbicara fasilitas, hotel yang mengusung konsep jungle view untuk memanjakan tamunya, dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti spa, hangout dan entertain. Selain itu hotel ini akan mengusung konsep menghadirkan usaha kecil menengah untuk diperkenalkan kepada tamu wisatawan. “Setelah mendengar penjelasan pak Wali bahwa ada kopi durian, ini semakin memantapkan kita untuk hadir disini, dan pak Wali 100 persen mendukung,” ujarnya.

Sementara Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe mengapresiasi kehadiran investor untuk membangun bisnis di wilayah kerjanya. Sebab, dengan visi misi yang dijalankan pemerintahnya tentang Visit Lubuklinggau, sejalan dengan hadirnya sejumlah investor yang menanamkan modalnya.

“Kita permudah bagi investor yang akan masuk kesini, maka dari itu saya berharap seluruh elemen masyarakat bisa mendukung para investor, agar siapapun investor yang berniat baik ikut membangun Kota Lubuklinggau semakain maju dan berkembang pesat,” ungkapnya.

Bahkan dengan kehadiran Dafam Hotels, diketahui telah ada hotel berbintang sebelumnya yang sedang tahap pembangunan, seperti Lippo.

TEKS : SRI PRADES
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com