Peduli Kebersihan, PKB-TEF Bersama Tripika Lawang Kidul Bersihkan “Ayek Kiyahan” Desa Lingga II‎

 391 total views,  2 views today

TANJUNG ENIM KS

12049680_1163114890369408_3014398778892903328_n

Tampak anggota PKB-TEF dan Unsur Tripika membersihkan sungai kiyahan di Desa Lingga II. (Foto.Dok.KS/Aldo)

Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan sungai, Paguyuban Keluarga Besar Tanjung Enim Forum (PKB-TEF) bersama unsur Tripika Lawang Kidul menggelar aksi bersih-bersih “ayek kiyahan” atau sungai kecil yang membela Desa Lingga, Jumat (23/10/2015). Kegiatan itu juga diikuti beberapa komunitas, petugas kebersihan, dinas instansi yang ada di wilayah itu.

Ketua Paguyuban PKB-TEF, Supriyadi didampingi pengurus lainnya mengatakan, kegiatan bersih-bersih di aliran Sungai Enim di Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul sengaja dilakukan untuk membersihkan sampah di pinggiran sungai. Pihaknya mengajak unsur Tripika, bersama petugas kebersihan, dan pegawai di lingkup dinas instansi di wilayah Kecamatan Lawang Kidul.

“Ini aksi kepedulian PKB-TEF terhadap kebersihan Sungai Kiyahan. Dalam kegiatan ini kita melibatkan Camat, Kapolsek, dan Danramil Lawang Kidul, serta dibantu petugas kebersihan dan pegawai dinas Instansi, PTBA, dan PT Pama,” ungkap Supri kepada Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM di sela-sela kegiatan pembersihan.

Dikatanya, ini dalam rangkaian program kerja dari Paguyuban Keluarga Besar Tanjung Enim Forum selama tahun 2015. Mulai dari kegiatan donor darah, peringatan hari sumpah pemuda, peringatan hari pahlawan, dan ulang tahun TEF yang akan dilaksanakan pada bulan Desember. Kegiatan ini mendapat suport dari perusahaan yang ada disekitar, seperti PTBA dan PT Pama.

Lanjut Supri, landasan yang menggerakkan untuk membuat aksi bersih-bersih sungai ini berasal keprihatinannya terhadap kondisi Sungai Kiyahan yang sudah berubah warna menjadi hitam pekat dan berbau sangat menyengat. Kata dia, belum lagi, banyak sekali sampah-sampah warga yang dibuang di sekitar sungai dan jembatan besi di Desa Lingga tersebut.

“Kami memang sudah melakukan survey sebelumnya, air sungai mulai tercemar limbah itu dari wilayah RT 14 Tegal Rejo. Disitu ada beberapa industri tahu dan tempe yang diduga membuang limbahnya ke sungai kiyahan ini. Hal ini sudah kita laporkan kepada pihak terkait dan ditindak lanjuti,” lanjut Supri.

Sementara itu, Camat Lawang Kidul Drs Asarli Manudin MSi, didampingi Kapolsek AKP Herli Setiawan, dan Danramil Kapten Sitohang mengatakan, pihaknya sangat mendukung terhadap aksi bersih-bersih Sungai Kiyahan itu. Pihaknya juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah di sepanjang Sungai Kiyahan maupun Sungai Enim.

“Kita sangat prihatin dengan kondisi Sungai Kiyahan karena sudah banyak sampah dan tercemar. Soal dugaan adanya limbah dari industri tahu dan tempe ini kita sudah koordinasikan dengan pihak-pihak terkait dan nanti akan kita cek. Hari senin pekan depan tim dari BLH akan mengambil sampel air sungai ini untuk dilakukan tes,” ungkap Asarli.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPPORTER RGBA FM
EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster