Kampanye di Rumah Dinas Wagub Sumsel, Helmi-Muchendi Dilaporkan

 261 total views,  2 views today

PALEMBANG KS

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir (OI) 2015 mulai memanas. Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Ahmad Wazir Noviadi-Ilyas Panji Alam, belum lama ini melaporkan paslon nomor urut 1, Helmi Yahya-Muchendi Mahzarekki.

AW Noviadi-Ilyas Panji melaporkan lawannya itu ke Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten OI dengan dugaan pelanggaran kampanye menggunakan fasilitas negara, yakni mengunakan rumah Dinas Wagub Sumsel di jalan Demang Lebar Daun. Diduga kegiatan itu difasillitasi langsung Ishak Mekki Wakil Gubernur Sumsel.

Foto bukti kegiatan kampanye paslon urut satu di rumah dinas wagub yang di hadiri wagub Sumsel

Foto bukti kegiatan kampanye paslon urut satu di rumah dinas wagub yang di hadiri wagub Sumsel

Dhabi K Gumayra, Tim Advokasi paslon No Urut dua, dalam keterangan persnya, pekan silam (22/10/2015) mengatakan pihaknya sudah melaporkan pasangan nomor urut satu  ke panwaslih,  terkait laporan kampanye di rumah Wakil Gubernur Ishak Mekki, tanggal 16 Oktober 2015, dilaporkan, 21 Oktober 2015.

“Ini yang ketiga kali kita melaporkan terkait pelanggaran yang di lakukan paslon No urut satu, laporan pertama dilayangkan pada 1 September lalu. Dugaan pelanggaran diyakni paslon nomor urut 1 melakukan kampanye di dalam Masjid Jami’ Darussalam di Kompleks Perumahan Palemraya, Kabupaten OI,” terangnya.

Dhabi menambahkan, pada saat itu, kampanye dikemas melalui safari Jumat yang dilakukan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel) Ishak Mekki yang notabene orangtua dari Muchendi. Dimana pada saat bersamaan dibagikan sarung dan mukena yang dikemas berupa ajakan memilih nomor urut 1.

“Kami punya buktinya, modus yang dilakukan. Kami juga punya video yang menguatkan bukti saat paslon ini melakukan kampanye secara masif di rumah dinas Wagub dengan mengangkut warga OI. Foto dan video-nya kami ada,” tegasnya, Kamis (22/10/2015).

Seperti yang telah di beritakan sebelumnya Tim Advokasi paslon No urut dua melayangkan laporan ke dua pada 16 Oktober lalu, atas dugaan yang sama. Sedangkan laporan ketiga baru saja disampaikan Rabu (21/10/2015)

Febuar Rahman, SH Ketua Tim Advokasi paslon No urut dua juga mengatakan Dua laporan pertama telah direspon Panwaslih dengan menganggap ini adalah pelanggaran administrasi. Sedangkan laporan ketiga masih dalam proses. “Kami tegaskan ini adalah pelanggaran hukum dan kami berharap jawaban Panwaslih sesuai dengan dugaan fakta yang ada. Panwaslih kami ingatkan agar profesional,” ujarnya.

BACA : Tim Helmi Yahya-Muchendi Klarifikasi Tudingan

Menurut Febuar, persoalan ini sudah diatur dalam UU nomor 8  tahun 2015 pasal 56, 69 ayat 3,  bahwa kampanye menggunakan fasilitas negara itu pelanggaran pidana pemilu. “Kami menuntut Panwaslih bersikap netral, kalau masalah pidana ya harus dipidanakan, kalau tidak dipidanakan yang jelas nanti akan kita bawa ke Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP) kalau pangwasli berlaku tidak netral,” pukasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya mengatakan, untuk  saat ini belum ada pelanggaran pidana pemilu ditujuh kabupaten yang akan menyelenggarakan pilkada di Sumsel. “Kita  baru mendapat laporan di OI pelanggaran masalah administrasi saja,” kata Andika menjelaskan ke awak media.**

TEKS : SONNY KUSHARDIAN
EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster