Pernikahan di Bulan Muharram Sepi. Kepala KUA Lawang Kidul : Warga Masih Menganggap Keramat Buat Hajatan

 350 total views,  3 views today

TANJUNG ENIM, KS

Bertepatan pergantian tahun baru Hijriyah pada 1 Muharram 1437 H, pernikahan yang digelar di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim menurun drastis dibanding bulan sebelumnya.

Dalam sepekan ini baru 7 pasangan pengantin yang telah dinikahkan pada awal tahun baru Islam ini. Pasangan yang melakukan pernikahan pada Bulan Suro bagi masyarakat Jawa menyebutnya, cenderung sepi peminat, meskipun ada, namun tidak terlalu ramai.

BACA  : Menikah di Bulan Muharram, Bolehkah?

Menurut Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lawang Kidul, Andry Agusti, SHI, kegiatan pernikahan di setiap bulan Muharram di wilayahnya cenderung selalu sepi peminat. Pasalnya, kata dia, sebagian masyarakat masih menganggap tabu mengadakan hajatan besar pada bulan Muharram.

“Cenderung sepi pernikahan di Bulan Muharram. Tetapi ada, walaupun tidak ramai. Seminggu ini saja baru tujuh pasang yang dinikahkan pada Bulan Muharram ini,” ungkap Andry didampingi salahs atu penghulunya, Jalaludin S.Ag kepada Hendro Aldo Irawan, Reporter RGBA FM, Senin (19/10/2015).

BACA : Nikah di Bulan Muharram-Suro Bawa Berkah, Ini Buktinya

Menurutnya, Bulan Suro atau Bulan Muharram masih dianggap sebagian masyarakat adat suku jawa merupakan bulan keramat. Hal itu yang membuat pasangan calon pengantin enggan melangsungkan pernikahan pada Bulan Muharam ini. Namun begitu, pada kenyataannya masih ada warga yang melakukan pernikahan pada Bulan Muharram.

Lebih lanjut kata Andry, jika pada hari-hari biasa diluar Bulan Ramadhan dan Bulan Muharram, dalam sepekan KUA Kecamatan Lawang Kidul bisa melangsungkan pernikahan sebanyak 20 pasang calon pengantin. Sehingga rata-rata dalam satu bulan bisa sampai 45 pasangan calon pengantin (catin) yang dinikahkan. Pernikahan bisa dilaksanakan di Balai Nikah di Kantor KUA, ataupun sesuai dengan permintaan pasangan calon pengantin sendiri.

“Untuk pernikahan sudah sesuai aturan, bisa di laksanakan di KUA atau di tempat yang diminta oleh calon pengantin. Sebelum akad nikah kita laksanakan penasehatan di kantor KUA,” pungkasnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com