Pejabat di Muaraenim Plesiran ke New Zealand Tak Jelas Tujuannya, Warga Menilai Hanya Habiskan Uang Rakyat

 187 total views,  3 views today

MUARAENIM, KS

Jelang tutup Tahun Anggaran, belasan pejabat dan staf  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan ramai-ramai ke Luar Negeri (LN). Kepergian belasan pejabat dan staf selama 9 hari dari tanggal 12 – 21 Oktober 2015, diduga memenuhi undangan Pemerintah New Zealand (Selandia Baru).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Senin (19/10/2015), kepergian belasan pejabat tersebut, cukup tertutup dan nyaris tidak diketahui media, LSM atau organisasi kemasyarakatan.

Bahkan terkesan kucing-kucingan. Ironisnya, kepergian belasan pejabat dan staf Pemkab Muara Enim tersebut, juga diikuti oleh beberapa SKPD yang nota bene masih dipertanyakan apa tujuan mereka ke luar negeri sehingga terkesan hanya plesiran.

duduk-di-belakangAdapun para pejabat yang berangkat tersebut yakni Bupati Muara Enim, Muzakir Sai Sohar, Ketua DPRD Aries HB, Sekda Hasanudin, Kepala Bappeda M Nadjib, Kepala PPKAD Armeli, Kepala PU BM A Yani, Kepala PU CK Ramlan Suryandi, Kadis Peternakan M Teguh, Kadinkes Yan Riadi, Kabag Humas Aldo, dan Kasubag Protokol Andi. Lalu ditambah juga Sekretaris Bappeda Tri Hadi, Kabid Ruang dan Lingkungan Hidup Aidi, Kabid Ekonomi Reni Arisandi, Kasi Penyusunan Renstra Akbar Syaifudin,Kasi Penelitian dan Statistik Yosi Utama serta Staf Bidang Sarana dan Prasarana Erwin Elizar.

Menurut Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (LP3 NKRI) Kabupaten Muara Enim Sahmad SE, pihaknya sangat mendukung seluruh kegiatan yang dilakukan Pemkab Muara Enim, asal yang benar-benar pro rakyat dan sesuai aturan yang berlaku serta memenuhi azas kepatutan dan keadilan.

Namun jika melihat, urgensi para pejabat dan staf yang ikut ambil bagian dalam perjalanan ke New Zealand tersebut, tentu menjadi pertanyaan. Sebab selain para pejabat dan staf yang berangkat sudah terlalu banyak, juga ada beberapa pejabat SKPD, apalagi staf yang dinilai kurang tepat sehingga terkesan kepergian tersebut hanya menghabiskan uang rakyat.

“Kami tidak tahu berapa dana APBD yang digunakan dengan personil sebanyak itu. Lalu apa hasilnya yang nyata untuk rakyat Muara Enim,” ujar Sahmad.

Dikatakan Sahmad, saat ini Pemkab Muara Enim, sudah meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan sedang menggaungkan efisiensi keuangan. Tetapi warga di uaraenim menyoal, mengapa nafasnya tidak sesuai dengan kenyataan? Sebab menurut warga kegiatan ke luar negeri, sepertinya hampir setiap tahun dilakukan sehingga terkesan seperti ‘bonus’ akhir tahun.

Jika tidak salah, kata Sahmad, dahulu pernah ke Italia, China, dan beberapa daerah lainnya. Namun hasilnya belum terdengar dan terlihat. “Jika pemerintah fair, berikan pertanggungjawaban ke masyarakat seperti melalui media massa setiap melakukan lawatan ke luar daerah, apalagi keluar negeri, sebab uang yang digunakan adalah uang rakyat,” ujarnya.

TEKS : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com