Beasiswa Mandeg, Mahasiswa UPI Terancam Stop Out, Disdik : Pemkab Juga Defisit

 227 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS
Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa Pemkab Empat Lawang, di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung terancam stop out. Pasalnya, sejak Januari hingga Oktober 2015 ini, beasiswa tak kunjung dicairkan.

“Kami bingung, kok beasiswa belum cair juga. Sudah hampir setahun ini kami sangat kesulitan membiayai pendidikan anak kami,” ungkap keluarga mahasiswa penerima beasiswa Pemkab Empat Lawang, Kamis (15/10/2015).

Ia mengakui, program beasiswa merupakan unggulan Bupati Empat Lawang, guna membantu mahasiswa kurang mampu. “Bukannya mau memaksakan atau mendesak, tetapi memang kebutuhan ekonomi mendesak para wali mahasiswa.Kalau tak dibantu beasiswa, anak kami bisa stop out. Kalau ada biaya tentu tidak akan mengeluh seperti ini,” ujar wali tadi menolak disebutkan namanya.

Ia mengulas, karena alasan biaya itulah pada awalnya ia tak mampu melanjutkan anaknya ke perguruan tinggi. Namun dikarenakan ada program bupati untuk membiayai bagi siswa yang berprestasi ke perguruan tinggi negeri, makanya anaknya disuruh melanjutkan kuliah. “Kalau bisa segera dicairkan pak, kasihan anak kami kalau sampai stop out,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Empat Lawang, Agusni Efendi ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan, beasiswa Pemkab Empat Lawang belum cair terhitung sejak Januari 2015.”Kami masih urus berkasnya, memang belum cair,” kata Agusni.

Agusni menceritakan, belum cairnya dana tersebut bukan dikarenakan lambannya penyusunan berkas oleh Disdik, namun memang dikarenakan keadaan sekarang. Bahkan kondisi Pemkab saja sedang defisit anggaran. Selain itu, pihak UPI lambat memberikan berkas kepada pihak Disdik Empat Lawang.

“Jadi harus bisa dimaklumi dengan keterlambatan pencairan dana tersebut. Yang jelas kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencairkan dana tersebut, namun semuanya butuh proses dan tidak semudah dibayangkan,” katanya.

Menurut Agusni kepada seluruh orang tua, agar bisa bersabar. Mengingat untuk pencairan dana tersebut tidak mudah, apalagi kondisi saat ini. Sekarang ini, kata Agusni pemberkasan sudah ke BPKAD, karena itu dana hibah pencairannya dilakukan oleh pihak BPKAD.”Kita hanya pengajuan berkas, kalau pencairannya itu tanggungjawab DPPKD,” tukasnya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster