Perampok Ini Menangis Saat Kakinya Ditembak Polisi, Katanya Melawan Petugas dan Hendak Kabur

 127 total views,  3 views today

EMPAT LAWANG, KS
Budi Prayoga (25) yang sudah setahun lebih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus perampokan, akhirnya berhasil diringkus aparat Polres Empat Lawang. Sebe;umnya, tersangka kabur ke Bekasi, Jawa Barat. Namun setelah pulang kampung ke Desa Padang Burnai, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang terpaksa dihadiahi timah panas mengenai kaki kanannya, karena melakukan perlawanan dan hendak kabur.

Tersangka ditangkap pada Kamis (8/10/2015) sekitar pukul 11.30 WIB di pos ronda dekat rumahnya. Selanjutnya tersangka diamankan di Mapolsek Pendopo. Dengan ditangkapnya tersangka ini, masih menyisakan satu DPO lagi berinisial M.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kasat Reskrim, AKP Nanang Supriatna didampingi Kanit Pidum, Ipda Indra Gunawan mengatakan, tersangka sudah beberapa kali digerebek. Namun selalu gagal karena tersangka berhasil melarikan diri.

“Kelompok tersangka ini berjumlah lima orang dan satu orang masih buron. Diharapkan tersangka menyerahkan diri, jika tidak akan ditindak tegas karena identitas tersangka sudah kami ketahui,” ujar Indra.

Dijelaskan Indra, kejadian perampokan yang dilakukan tersangka pada Mei 2014 di Jalan Lintas Pagaralam-Pendopo, jembatan Ayek Pinang, Desa Sapah Panjang, Kecamatan Muara Pinang. Saat itu korban Jupriyanto (27) warga Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim mengemudikan mobil boks milik PT Wings dan melintas d tempat kejadian perkara (TKP).

Namun tersangka dan tiga temannya menghadang mobil tersebut. Di dalam mobil, selain korban ada dua keneknya, salah satu keneknya, Wira warga (22) warga Desa Banjar Sari, Kabupaten Lahat juga merupakan komplotan tersangka bahkan otak pelaku.

Tersangka dan teman-temannya akhirnya membawa mobil, tas berisi uang Rp33 juta hasil penjualan dan dua handphone (hp) korban. Korban pun akhirnya melapor ke Polres Empat Lawang. Tiga dari lima pelaku lebih dulu ditangkap yakni Sapril (35) warga Desa Muara Pinang Lama, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Samsir (28) warga Desa Arahan, Kabupaten Lahat dan Wira (22) warga Desa Banjar Sari Kabupaten Lahat. Ketiganya dibekuk di lokasi yang berbeda.

Sapril ditangkap saat membesuk temannya di Rutan Tebing Tinggi pada 16 Oktober 2014 sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan nyanyian Sapril, Wira berhasil ditangkap pada 17 Oktober 2014 sekitar pukul 17.00 WIB. Melalui keterangan Wira, diringkuslah Samsir dihari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB.

“Ketiga tersangka yang lebih dulu ditangkap sudah menjalani hukuman. Tersangka Budi dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Tersangka ini beraksi juga menggunakan senpi,” jelas Indra.

Terpisah, tersangka Budi yang menangis kesakitan ketika ditemui di Mapolsek Pendopo mengaku baru sekali melakukan aksi perampokan. Itupun atas ajakan Samsir, temannya. Setelah berhasil merampok, ia mendapat bagian Rp5 juta, uang itu digunakannya untuk pergi ke Bekasi, Jawa Barat.

“Baru sekali itulah, uangnya untuk balik ke Bekasi. Memang saya sudah lama di Bekasi. Di Bekasi kerja, jual gorengan. Samsir ngajak merampok. Kebetulan saya tidak ada ongkos untuk pergi ke Bekasi,” kilah bujang penggangguran ini.

Budi mengaku, aksi mereka sudah direncanakan. Dikatakannya, beberapa hari sebelum beraksi, ia diajak Samsir merampok mobil boks. Lalu, dua hari sebelum kejadian, ia didatangi Samsir dan diajak pergi ke suatu tempat. “Saat kejadian, aku bawa motor punya Samsir. Kebetulan saya tidak ada ongkos untuk ke Bekasi, jadi saya ikut. Dapat bagian Rp5 juta, setelah kejadian saya langsung ke Bekasi,”akunya.

TEKS : SAUKANI

EDITOR : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster