Kemarau, Warga Talang Sawah Bangun MCK, Pemerintah Tak Kucurkan Dana

 121 total views,  3 views today

PAGARALAM, KS

Proses lajunya pembangunan di Bumi Besemah tampaknya tidak begitu merata. Seperti pembangunan fasilitas umum dalam bentuk Mandi Cuci dan  Kakus (MCK) di Dusun Talang Sawah Kelurahan Bangun Rejo Kecamatan Pagaralam Utara berlangsung dengan baik dari hasil swadaya masyarakat setempat, Rabu (7/10/2015).

Rasuki (54) warga setempat mengatakan, sejumlah warga setempat beramai-ramai ikut berpartisipasi dalam pembangunan MCK guna melengkapi fasilitas di dusun ini.

“Guna memenuhi sarana mandi, cuci dan kakus (MCK) yang memadai, sejumlah warga setempat ikut bergotong royong membangun fasilitas dimaksud. Sementara sumber dana berasal dari swadaya masyarakat setempat guna mewujudkan kebutuhan orang banyak ini,” terangnya.

Saat musim kemarau seperti sekarang lanjutnya, debit air kian berkurang. Bahkan, tak jarang sejumlah masyarakat di Bumi Besemah harus mencari sumber mata air di sejumlah sungai yang ada guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Semoga saja dengan dibangunnya fasilitas ini, warga setempat dapat merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari,” harapnya.

Senada dikemukakan Tarmidi, warga lainnya. Ia mengatakan, dengan dibangunnya fasilitas umum yang didasari oleh keinginan orang banyak ini, tentunya berbagai keluhan terhadap minimya sarana dalam bentuk MCK, kedepan dapat terbantu.

“Kita sepakat untuk melaksanakan gotong royong dan mengumpulkan dana secara sukarela guna mewujudkan semua itu,” ujarnya seraya berkata musim kemarau yang melanda Bumi Besemah dan sekitarnya hingga saat ini, mayoritas warga setempat yang mendapatkan sumber mata air dari sumur, kini sudah beralih ke sejumlah sungai guna memenuhi kebuhan sehari-hari.

Disinggung mengenai sumber dana yang didapat dari swadaya masyarakat non pemerintah, Tarmidi mengaku memang pihaknya belum ada rencana untuk  mengajukan usulan terkait fasilitas  dimaksud ke pemerintah. Mengingat sarana MCK itu, saat ini memang sangat mendesak dibuat guna memenuhi kebutuhan warga setempat.

“Kalau kita mengajukan proposal, takutnya lamban direalisasikan bahkan bisa saja tidak dipehuhi. Sementara kebutuhan warga disini kian mendesak,” terangnya seraya menegaskan semestinya pemerintah setempat lebih mengedepankan kebutuhan  masyarakat banyak dari pada pembangunan lainnya.

Hendri Ganesha,  Tokoh Pemuda Kota Pagaralam begitu menyayangkan bila banyak program pembangunan untuk harkat orang banyak belum begitu menjadi prioritas. Seperti pembangunan Gedung Pramuka di kawasan Objek Wisata Tebat Reban, sejauh ini hanya terlihat bangunan tua yang jarang difungsikan. Kemudian Gedung Kopi di Dusun Aur Duri Kelurahan Rebah Tinggi, sejak dibangun beberapa tahun lalu sampai saat ini belum juga difungsikan alias terbengkalai.

Sementara keberadaan bangunan dimaksud telah menyerap anggaran hingga miliyaran rupiah.

“Ya, banyak bangunan yang menyerap dana miliaran rupiah terbengkalai dan sangat mubazir,” katanya seraya berharap agar Pemerintah Kota Pagaralam dapat memulai untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat banyak.

TEKS / FOTO : ANTONI STEFEN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com