Cegah Penyakit Kaki Gajah, Warga Tanjung Enim Gratis di Bagi Obat Filariasis

 303 total views,  3 views today

TANJUNG ENIM, KS

Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) melalui Posyandu layang-layang di Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, melakukan pemberian obat Filariasis bagi masyarakat dikelurahan Pasar Tanjung Enim dan sekitarnya, Rabu (7/10/2015).

Tujuan dari pemberian obat filariasis ini sebagai upaya pemerintah untuk pencegahan terhadap cacing Filaria yang ada dalam tubuh. Dimana gejala awalnya adalah demam berulang selama 3-5 hari, kemudian pembekakan salurah getah bening terlihat membesar dipelipatan paha ketiak. Dengan tampak kemerahan, panas dan terasa sakit. Timbul abses atau bisul serta pembesaran kaki, lengan, payudara atau buah zakar terlihat kemerahan dan terasa panas.

Ketua Poskeskel Pasar Tanjung Enim Nesti Senen mengatakan, pihaknya telah menyebar sekitar 500 warga untuk mengikuti kegiatan ini. Tujuannya untuk pemberian obat filariasis dari pemerintah guna mencegah penyakit kaki gajah.

“Sekitar 500 orang yang kita undang untuk menerima obat filariasis ini,”ungkap Nesti.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lawang Kidul dr Hj Siti Maisaroh, membenarkan bahwa dikecamatan Lawang Kidul akan dilakukan pemberian obat Filariasis melalui 57 Posyandu yang ada dan kegiatan ini sudah dilakukan sejak Jumat (3/10/2015). “Kita sangat berharap masyarakat dapat minum obat ini,” jelasnya.

Bidan Poskeskel Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Hertiah Ningsih S.SI mengatakan, Bulan Oktober merupakan Bulan Filariasis dimana hampir diseluruh kelurahan dan desa dalam Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim melaksanakan kegiatan ini. Tujuannya mencegah indikasi penyakit kaki gajah. Pemberian obat filariasis ini diberikan kepada masyarakat yang berusia 2- 69 tahun.

“Khusus kepada Lansia sebelum diberikan obat ini terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan laboratorium, kolesterol, hypertensi, gula darah dan lainnya. Jika warga dinyatakan aman, mereka baru dapat mengonsumsi obat anti penyakit kaki gajah ini,” ujar Neneng

Namun jika si lansia tersebut diketahui menderita penyakit diatas, akan diberikan obat lain sehingga setelah itu baru dapat mengonsumsi obat filariasis. “Kecuali, para penderita ini sudah penderita erat barulah kita lakukan rujuk ke Puskesmas untuk perawatan khusus,” tambahnya.

TEKS / FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN – REPORTER RGBA FM

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster