Harga Sawit-Karet Anjlok, Petani di Empat Lawang Menjerit

 319 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS – Petani karet dan kelapa sawit di Kabupaten Empat Lawang makin menjerit. Pasalnya, beberapa bulan terakhir, harga jual produksi dua komoditi perkebunan unggulan tersebut anjlok hingga ke titik terendah.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, harga getah karet kualitas tatal sedang (TS) hanya Rp 4000 per kilogram, sementara harga buah tandan segar (BTS) kelapa sawit juga ikut-ikutan anjlok, dari harga sebelumnya mencapai Rp1200 per kilogram, kini hanya Rp 500 per kilogramnya.

Harga jual BTS sawit dimaksud adalah harga ditingkat petani, sementara harga ditingkat pengepul hanya Rp.700 per kilogram saja. “Kalau jual ke pengepul keliling Rp 500, kalau ke pabrik bisa Rp 700 tapi tidak boleh juah ketengan seperti kita petani sawit pribadi,” jelas Marwan (43) petani sawit di Tebing Tinggi, kemarin (25/8).

Ia menjelaskan, penjualan BTS sawit harus benar-benar matang. Kalau masih ada mentah, pengepul tidak mau membelinya. Dengan kondisi harga sangat rendah, petani sawit harus memutar otak dalam mengatur pengeluaran pembelian pupuk dan perawatan dan lain-lain.

“Kami nombok, pengeluaran kami untuk perawatan kebun sawit seperti pupuk, tebas atau meracun rumput dan lain-lain sangat banyak,”katanya.

Sementara itu, Jalim (40) petani karet di Tebing Tinggi ini mengaku, hampir putus asa karena anjloknya harga karet. Saat ini kata Jalim, tidak sedikit petani karet menawarkan kebun mereka untuk dijual. “Yang punya kebun sendiri saja kesulitan, apalagi petani hanya mengambil upah sadap. Mau makan apa?,” aku Jalim.

Selain anjloknya harga, para pengepul juga mulai selektif membeli getah karet. Hanya kualitas TS dan bersih, kalau jenis tatal banyak (TB) dan kotor pengepul menolak. “Karet bersih saja cuma Rp 4000 per kilogram, apalagi yang banyak tatal, hampir tidak laku lagi,” bebernya.

Anjloknya harga sawit, diakui sejumlah pengepul keliling, bahkan para pengepul (touke) besar menyebut, selama beberapa bulan kedepan belum akan ada kenaikan, begitu juga dengan harga karet. “Rasanya sulit naik lagi, mungkin beberapa bulan kedepan masih seperti ini. Kasihan juga petani, tapi kami tak bisa berbuat banyak,” kata Anton, touke sawit di Tebing Tinggi. 

Teks: Saukani

Editor: Imron Supriyadi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster