Masih Ada 59 Kelurahan, Masuk Kawasan Kumuh

 372 total views,  2 views today

PALEMBANG, KS – Dari 107 Kelurahan yang ada di Kota Palembang, sedikitnya masih ada 59 titik kawasan kumuh, yang tersebar di 16 Kecamatan di Metropolis.

“Kawasan yang paling mendominasi kawasan kumuh di Palembang adalah Seberang Ulu (SU), yang meliputi Kecamatan Kertapati, SU I, SU II dan Plaju,”ungkap, Koordinator Program Peningkatan Kualitas Pemukiman (P2KP) Palembang, Ahmad Yudi, disela-sela acara lokarya program peningkatan kualitas pemukiman (P2KP), di ruang Parameswara Sekretariat Daerah (Setda) Palembang, Senin (24/8).

Yudi mengatakan, untuk mengentaskan kumuh tersebut, sebenarnya sudah diprogramkan oleh Pemerintah Pusat. Namun, untuk menyelesaikannya tidak bisa sekaligus. Karena, dana yang di kucurkan oleh pusat, diberikan secara bertahap.

“Kami targetkan, 2019 Palembang sudah bebas kawasan kumuh. Artinya tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa menikmati air bersih, infrastruktur jalan baik dan lainnya,”katanya tanpa menyebutkan pasti dana dari Pemerintah Pusat.

Sambungnya, saat ini pihaknya tengah menyusun perencanaannya, mudah-mudahan tahun ini bisa segera dilaksanakan. Paling lamban tahun depan.

“P2KP ini kan mengganti nama saja dari PNPM. Programnya tentu sama, tapi harus diatur lagi. Ya kalau bisa secepatnya bisa tuntas, sebelum tahun 2019 lebih baik,”ujarnya.

Ditanya apa saja yang dibutuhkan di 59 Kelurahan yang masuk kawasan kumuh itu, Yudi menjawab, kebutuhannya berbeda-beda. Mulai dari drainase, sambungan air bersih, dan lainnya.

“Kami akan mengerjakan sebuah pekerjaan, tergantung kebutuhan di masing-masing Keluarahan, tentu melalui proses dan prosedur yang ada,”ulasnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Palembang Hardayani mengatakan, untuk mewujudkan, ibu kota Sumatera Selatan (Sumsel) ini tanpa pemukiman kumuh, tentu tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang saja. Semua pihak harus ikut membantu mewujudkan peningkatan kualitas pemukiman.

“Sudah menjadi cita-cita kita bersama mewujudkan, kota tanpa pemukiman kumuh, kita harapkan peran serta P2KP ini untuk mewujudkan itu,”pungkasnya.

Teks: Trie Saputra

Editor: Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster