Alat Perekam e KTP di Kecamatan Tidak Jelas Keberadaanya ?

 186 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS – Hingga saat ini, 10 set alat perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e KTP) di seluruh kantor kecamatan di Empat Lawang tidak jelas keberadaanya. Kok bisa? Meskipun sudah beberapa kali dipertanyakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), belum ada penjelasan dari pihak kecamatan.

“Informasinya sebagian rusak, sebagian lagi sudah hilang. Kami sudah kirim surat ke kecamatan, tapi belum juga melapor,” ungkap Kepala Disdukcapil Empat Lawang, Edison Jaya, kemarin (19/8).

Seyogyanya, kata Edison, jika memang alat perekam e KTP itu rusak dilaporkan ke Diadukcapil, begitu juga jika hilang, harus ada laporan tertulis yang jelas. Sebab, imbuhnya, kondisi alat perekaman tersebut akan dilaporkan ke pusat, supaya bisa diajukan perbaikan ataupun penggantian alat baru.

Kondisi sekarang, sebut Edison, di Empat Lawang hanya menyisahkan satu alat perekaman, di kantor Disdukcapil. Kalau rusak, tentu tidak ada cadangan lagi dan terpaksa proses perekaman di stop. Makanya, pihak kecamatan harus merespon cepat surat dari Disdukcapil, segera melaporkan kondisi rill alat perekaman tersebut.

Edison tak menampik, perlunya alat perekaman e KTP di tingkat kecamatan. Agar mempermudah masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan, tidak perlu harus ke Disdukcapil melakukan perekaman. “Kalau ada alat di kecamatan kan enak, biaya transport masyarakat lebih ringan. Nah, kalau kondisi sekarang ini, harusnya pihak kecamatan memahami,” jelasnya.

Lebih jauh diungkapkannya, jika pihaknya sering mendapat keluhan dari masyarakat mengenai jauhnya jarak yang harus ditempuh mereka untuk melakukan perekaman e-KTP. Oleh sebab itu pihaknya berharap kerjasama dari pihak kecamatan agar segera mengembalikan kesepuluh alat perekaman e-KTP yang dikatakan rusak agar segera diperbaiki.

“Dalam waktu dekat ini kami akan cek dan jemput semua peralatan e-KTP itu, Jika hilang, ya mereka harus buat laporan hilang dari pihak kepolisian,” tukasnya.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, sebagian besar alat perekaman e KTP di kantor kecamatan rusak, diduga akibat tidak stabilnya listrik serta byarpet. Selain itu, sumber koran ini menyebut ada beberapa kecamatan mengaku alat perekaman sudah hilang dicuri. Akibatnya, sejak beberapa bulan terakhir tidak ada lagi perekaman e KTP di kecamatan, hanya dilakukan di kantor disdukcapil Empat Lawang.

“Antri kalau merekam e KTP, biasanya dua atau tiga hari setelah daftar baru direkam. Itupun kalau sepi, kalau musim ramai ya harus sabar,”kata salah satu petugas di Disdukcapil Empat Lawang. 

Teks: Saukani

Editor: Imron Supriyadi

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster