Proyek Pembangunan Talud Pulo Emass Dibatalkan

 199 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS – Lambatnya proses lelang proyek serta banyaknya anggaran terpotong, membuat salah satu mega proyek di Kabupaten Empat Lawang batal dibangun pada tahun ini. Proyek dimaksud, pembangunan talud atau tembok penahan di Pulo Emass, yang akan menjadi salah satu ikon di pusat ibukota Kabupaten Empat Lawang.

Pembatalan pengerjaan mega proyek ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi, Senin (17/8). “Anggaran di PU CK banyak yang dipangkas, makanya pembangunan Talud Pulo Emass dibatalkan,” ungkap Syarkowi.

Ia menjelaskan, penundaan proyek dimaksud juga diakibatkan oleh lambannya proses pembebasan lahan warga di lokasi tersebut. Meskipun saat ini prosesnya sudah selesai, namun tetap saja ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. “Saya dapat kabar, pembayaran ganti rugi lahan Pulo Emass belum tuntas 100 persen, karena dananya yang kurang. Ini juga menjadi salah salah satu alasannya,” jelasnya.

Sementara, untuk lanjutan pembangunan kantor Inspektorat dan gedung Dinas PU CK, dipastikan akan dikerjakan pada tahun ini. Untuk gedung Inspektorat, bisa diselesaikan tahun ini juga. Sedangkan untuk gedung PU CK, hanya meneruskan bangunan strukturalnya saja. Alasannya, pemotongan anggaran di Dinas PU CK terlalu besar, sehingga banyak proyek pembangunan yang menjadi korban.

“Gedung PU CK akan diselesaikan pada tahun depan, anggarannya masih kurang untuk tahun ini,” tukasnya.

Untuk diketahui, pembangunan berbagai proyek di Empat Lawang kerap menjadi sorotan masyarakat, karena banyak proyek yang putus kontrak di penghujung tahun. Selain karena lambatnya proses lelang tender, karena pihak rekanan atau pemenang tender bukanlah perusahaan bunafit dibidangnya.

Hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat Empat Lawang secara umum, juga merugikan Pemerintah Daerah, karena program kerja menjadi terhambat. “Harusnya menjadi perhatian serius instansi terkait, jangan lagi ada pihak ketiga yang tidak bunafit hingga terjadinya putus kontrak. Mereka yang pernah di black list, hendaknya tidak menjadi rekanan lagi di Empat Lawang,” ungkap salah satu warga Tebing Tinggi. 

Teks: Saukani

Editor: Imron Supriyadi

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster