Tak Mau Kalah dengan OSN, Kemenag Buat AKSIOMA

 233 total views,  4 views today

PALEMBANG, KS | Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Syaifudin sepertinya tak kurang akal untuk membesarkan hati siswa-siswi madrasah Indonesia yang selama ini tidak dapat ikut dalam ajang bergensgi Olimpiade Sains Nasional (OSN). Sebab OSN yang sudah puluhan kali digelar selama ini hanya diperuntukkan bagi siswa-siswi yang bernaung di bawah kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) RI saja. Sementara siswa-siswi madrasah yang berada di bawah bendera ikhlas beramal, Kementrian Agama (Kemenag) nyaris tersingkir.

Tapi Menag Lukman Hakim punya cara sendiri. Tak dapat terlibat dalam kompetisi OSN, Kemenag RI membuat event sendiri yang tak kalah bergengsi dibading OSN, namanya Ajang Kompetisi Sains Olahraga Madrasah (AKSIOMA) tingkat nasional.

Tak tanggung-tanggung, event ini mengajak siswa-siswi madrasah se-Indonesia untuk menunjukkan kebolehannya dalam berbagai bidang baik umum dan agama. Lukman Hakim menyebut event ini digelar sebagai bentuk unjuk prestasi yang menguatkan bahwa siswa-siswi madrasah tidak kalah preastasinya dengan siswa umum lainnya.

“Ajang kompetisi ini kita buat, karena siswa-siswi madrasah tidak bisa ikut pada pelaksanaan OSN (Olimpiade Sains Nasional). Pada OSN siswa-siswi madrasah kita tidak dapat ikut karena ajang itu diperuntukkan bagi siswa-siswi sekolah umum. Karena itu kita buat sendiri. Padahal siswa kita sesungguhnya tidak kalah prestasinya di bidang sains, seni dan olahraga dibandingkan dengan siswa-siswa umum tersebut,” tegas Lukman Hakim pada jumpa pers, sebelum pembukaan Aksioma, KSM dan LKTI Tingkat Nasional tahun 2015 di ruang loby Palembang Sport Convention Center (PSCC), Sumatera Selatan (Sumsel) belum lama ini (3/8/2015).

Lukman menambahkan, even ini merupakan ajang atau wahana bagi peserta siswa-siswi madrasah untuk tidak hanya menjaga dan memelihara prestasi tetapi juga memacu, merangsang, memotivasi dan menginspirasi siswa-siswi untuk berprestasi, khususnya di bidang pendidikan.

Untuk itu menurut Lukman perlu dibuat sebuah ajang berkompetisi di berbagai bidang, tidak hanya ilmu pengetahuan yang diajarkan di madrasah tapi juga yang terkait dengan olahraga, seni dan riset dan penelitian.  “Ini juga cara keluarga besar Kemenag yang ada di republik ini untuk mengharumkan nama bangsa, tidak hanya di bidang sains tapi juga seni dan olahraga,” tegasnya.

Pada event ini digelar berbagai lomba, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Diantara bidang yang dilombakan diantaranya; Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MFQ), Musabaqah Khatil Quran (MKhQ), pidato bahasa inggris dan arab, menyanyi, seni hadroh, atletik, bulutangkis, dan tenis meja. Sementara pada KSM memperlombakan kemahiran dalam menguasai mata pelajaran Matematika, IPA, Biologi, Fisika, Ekonomi dan Geografi.

Lebih lanjut Menag Lukman Hakim menyampaikan bahwa yang hadir pada ajang ini merupakan putra-putri terbaik bangsa dari madrasah di berbagai provinsi di Indonesia.  Selain sebagai ajang adu prestasi, perhelatan ini juga sebagai event silaturrahim di antara madrasah.

“Yang menjadi latarbelakang digelarnya even ini untuk melakukan kompetisi kemampuan masing-masing siswa-siswi madrasah di bidang sains, seni dan olahraga,” tegasnya.

Sementara, Kasubag Humas Kemenag Agama Sumsel, Saefudin Latief, S.Ag mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 3000 siswa madrasah dan official, terdiri para tamu undangan dan kontingen yang jumlahnya 2.772 peserta termasuk siswa dan pendamping dari 33 Provinsi di Indonesia. Dan seluruh kontingen bermalam di wisma atlet,” kata Saefudin.

Dalam kunjunnannya di Palembang , selan membuka Aksioma, Menteri  Lukman Hakim juga memberikan penghargaan kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin atas kontribusinya bagi kemajuan keagamaan di Sumsel. Selain itu, pada momen ini dilakukan penandatanganan prasasti enam Madrasah Aliyah (MA) Insan Cendikia, termasuk diantaranya MA Insan Cendikia Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Ditunjuknya Sumsel sebagai tuan rumah, Lukman menjelaskan selama ini Sumsel sudah teruji dalam pelaksanaan sejumah event nasional dan internasional. “Sumsel sebagai tuan rumah even ini adalah kesiapan Sumsel untuk mengadakan even setingkat nasional dan internasional sudah tidak di ragukan lagi,” tegasnya.

 

TEKS         : SONNY KUSHARDIAN 

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster