Tak Ada Sangsi Tegas, PKL Makin Marak

 219 total views,  2 views today

PALEMBANG,KS – Larangan pedagang kaki lima (PKL) untuk menjajakan dagangannya di Jalan protokol maupun di pasar, belum berjalan efektif. Padahal, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang Nomor 13 Tahun 2007, tentang ketentraman dan ketertiban umum menyebutkan, Jalan protokol, lingkungan pasar harus bebas dari PKL.

Berdasarkan pantauan, Minggu (2/8) di Jalan Pom IX, tepatnya di depan kantor TVRI Sumsel, PKL semakin marak, ada yang berjualan pakaian, minuman, makanan dan lain sebagainya. Dalam menjajakan dagangannya di pinggir jalan tersebut, PKL menggunkan motor ada juga yang menggunakan mobil.

Hal itu ditanggapi serius oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang, dewan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang serius menangani masalah tersebut, karena saran untuk menertibkan PKL di jalan protokol maupun pasar tradisonal sudah masuk kedalam 46 saran terhadap LKPJ Walikota Palembang Tahun 2014.

“Harus serius, dinas terkait harus lebih intensif melakukan koordinasi. Terutama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan PD Pasar Palembang Jaya, masih banyak PKL tersebut, menandakan tidak ada sangsi tegas, sehingga PKL makin marak,”ungkap, Wakil Ketua DPRD Palembang, Mulyadi, Minggu (2/8).

Mulyadi mengatakan, dalam memberikan izin terhadap PKL mangkal di pasar, tentu kewenangan PD Pasar Palembang Jaya, artinya pihak PD Pasar harus lebih selektif mengeluarkan izin, jangan sembarangan.

“Banyak dampak negatif dari PKL ini, misalnya macet. Tatanan kota tidak teratur dan membuat wajah pasar semberawut. Ini jelas tugas mereka yang harus diselesaikan, karena persoalan ini tak tuntas-tuntas,”katanya.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang, Tatang DK Direja mengatakan, PKL yang berada di Jalan Pom IX sudah sering ditertibkan. Namun, tiga hari setelah ditertibkan mereka (PKL) kembali berjualan.

“Prilaku buruk PKL ini sudah sangat meresahkan, karena sudah banyak masyarakat yang melapor, lalu lintas (lalin) jadi macet. Akibat pembeli memarkirkan kendaraannya di badan jalan untuk membeli dagangan PKL tersebut,”katanya.

Tatang mengaku, untuk menegakkan Perda Nomor 13 Tahun 2007, pihaknya secara rutin menyisir sejumlah Jalan protokol untuk menertibkan pkl.

“PKL yang kedapatan menggelar dagangannya di badan jalan, trotoar dan tempat lainnya. Langsung ditertibkan,”pungkasnya.

Teks : Trie Marsata

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster