Adiansyah : Dengan Kucuran Dana Ratusan Miliar, Harusnya PT SP2J Sudah Untung

 205 total views,  2 views today

PALEMBANG – PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) selaku perusahaan induk, Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi belum berikan sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang, padahal suntikan dana yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terhadap perusahaan plat merah tersebut sudah mencapai ratusan miliar, semenjak pertama kali berdiri, Januari Tahun 2010 hingga sekarang.

Oleh itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang meminta agar Pemkot Palembang segera melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen di tubuh PT SP2J.

Wakil Ketua DPRD Palembang, M Adiansyah mengatakan, seharusnya PT SP2J melalui anak perusahaannya seperti, BRT Transmusi dan lainnya sudah memberikan kontribusi yang positif bagi PAD Kota Palembang, bukan malah membebani dengan kucuran dana, yang selalu diberikan setiap tahunnya.

“Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang Tahun 2015 ini, Pemkot baru suntikan dana lagi kepada PT SP2J sebesar Rp 25 miliar. Tahun 2014 sebesar Rp 30 miliar. Dengan ratusan miliar yang telah diberikan selama ini, harusnya sudah ada keuntungan, minimal sudah bisa berdiri sendiri, tanpa ada bantuan dana lagi dari Pemkot Palembang,”ungkapnya, Kamis (30/7).

Sambungnya, untuk menyikapi hal tersebut, Pemkot Palembang selaku pemilik saham harus memberikan tindakan tegas, belum lagi atas persoalan yang tak kunjung usai di tubuh PT SP2J seperti, mogok kerja, gaji karyawan yang selalu dikeluhkan dan lain sebagainya.

“Kepala daerah harus tegas. Itu kuncinya, kalau tetap dibiarkan berlarut-larut, tentu akan menjadi problem yang tak akan pernah ada titik akhirnya. Sehingga akhirnya Pemkot Palembang harus selalu kucurkan dana untuk keberlangsungan perusahaan tersebut,”ujarnya.
Terpisah, kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Palembang, M Zulfan membenarkan, jika PT SP2J belum memberikan kontribusi kepada PAD Palembang, menurutnyan, Pemkot Palembang tidak akan memberikan suntikan dana lagi kepada PT SP2J, terutama pada APBD Perubahan Tahun 2015 ini.

“APBD Perubahan, tidak ada lagi dana penyertaan modal bagi PT SP2J,”katanya.

Menurut Zulfan, pihaknya akan memikirkan adanya penambahan modal bagi PT SP2J apabila perusahaan tersebut sudah mampu memberikan sumbangsih untuk PAD Palembang.

“Tentu, kami juga akan berpikir untuk mengucurkan dana bagi PT SP2J, artinya dalam memberikan suntikan dana tidak sembarangan,”pungkasnya.

Teks : Trie Saputra

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster