Izin Galian C di Sekitaran Jalan Lingkar Dipertanyakan

 264 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS – Aktifitas galian C di sekitaran jalan lingkar kota Kecamatan Tebing Tinggi dipertanyakan. Sebab, galian C mengeruk lahan berjarak dibawah 500 meter dari jembatan Musi II tersebut, diduga telah melanggar ketentuan izin.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, Selasa (30/6), pengerukan tanah hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumah penduduk, dengan kedalaman sekitar 6 meter pengupasan tanah dan pengerukan material. Luas aktifitas pengerukan galian C yang tersembunyi itu sekitar satu hektar, dengan armada pengangkut dump truk sebanyak 20 unit.

Warga sekitar lokasi Galian C sudah gerah, mendesak Pemkab Empat Lawang segera mengambil tindakan tegas. Sebab, aktifitas galian C terkesan membabi buta, tanpa memikirkan dampak lingkungan yang akan terjadi.

“Ini kan sudah di stop Dishutbuntamben Empat Lawang, kok kembali beraktifitas,” kata Makmun, anggota DPRD Empat Lawang Fraksi PDI Perjuangan, mendatangi lokasi penambangan.

Kata Makmun, dirinya mewakili fraksi turun berdasarkan laporan dan keluhan warga disekitar lokasi penambangan. Sekitar sebulan lalu, sudah ada intruksi penutupan aktifitas galian C ini oleh Pemkab Empat Lawang. Namun ini kembali beraktifitas.

Ia menilai, aktifitas galian C di dekat jembatan Musi II sudah melanggar ketentuan batas izin. Bahkan, galian tambang cukup dalam lebih dari 3 meter. Jelas sudah melanggar ketentuan analisis dampak lingkungan (Amdal) dan Izin UKL-UPL nya. “Kita minta Dishutbuntamben kembali mengevaluasi, bukan tidak mungkin jika ada pelanggaran akan dilaporkan ke kepolisian,” jelas Makmun.

Sementara itu anggota DPRD dari partai PKPI, Indratno menilai, Dishutbuntamben Empat Lawang tidak tegas. Seyogyanya penyetopan disampaikan dengan sanksi, jika memang dilakukan lagi bisa dicabut izin operasional galian C tersebut. “Ini luar biasa, galian C seperti tambang batubara saja. Harus dikaji ulang izinnya jika ada, jika tidak ada izin proses saja ke ranah hukum,” tegasnya.

Secara terpisah, salah satu pengawas tambang mengaku, hanya menjalankan tugas “Coba pak Hamid saja, dia bos nya. Kami cuma ikut perintah, ya kalau disuruh stop kami stop,” kata pengawas tadi tanpa menyebutkan nama.

Ia tak menampik aktifitas sempat di stop sebulan lalu, namun sebagai buruh dirinya hanya ikut perintah saja. “Temui saja bos, nanti ada penyelesaiannya kok,”cetusnya. 

Teks: Saukani

Editor: Imron Supriyadi

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster