Penyedap Kuah “Model” Kok Tanam Ganja Puluhan Batang?

 837 total views,  2 views today

*Lagi, Kebun Ganja Terungkap

EMPAT LAWANG, KS – Kembali, jajaran Satuan Narkotika dan Obat-obat terlarang (Sat Narkoba) Polres Empat Lawang, mengungkap kebun ganja di wilayah hukum bumi saling keruani sangi kerawati.

Kali ini daun setan bukan ditanam di ladang luas, namun puluhan batang ganja ditanam dengan vas, baskom dan polybag plastik dihalaman belakang rumah pelaku Sangkut alias Angkut (43) kawasan Pasar Muara Pinang Baru, Kecamatan Muara Pinang.
Pengungkapan kebun ganja, setelah penggeledahan oleh jajaran Tim Satnarkoba dan Reskrim Polres Empat Lawang, Rabu (24/6) sekitar pukul 07.00 WIB. Ditemukan 25 batang ganja ditanam dalam polybag dan enam batang ditanam dalam vas yang sudah siap panen dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Selain itu ada 82 bibit ganja dengan tinggi sekitar 15 – 20 centimeter (cm) ditanam dalam baskom serta 13 batang ganja kering yang sudah dipanen.

Namun dalam penggerebekan itu pelaku Angkut belum berhasil ditangkap, hanya berhasil mengamankan istrinya, Aslamiyah (41). Selanjutnya semua barang bukti (BB) ganja dan Aslamiyah diamankan ke Mapolres Empat Lawang guna diperiksa lebih lanjut.

“Kita dapat laporan warga, setelah dilakukan penyelidikan baru kita geledah. Dibelakang rumah Angkut, ada kandang ayam nah disanalah puluhan tanaman ganja ditemukan,” jelas Kapolres Empat Lawang AKBP Rantau Isnur Eka melalui Kasat Narkoba AKP Darmawan, kemarin.

Informasi lain dari masyarakat kata Darmawan, pelaku belakangan berdagang pempek kuah (model), itu memang diakui rasanya cukup sedap. “Wajar kalau pakai ganja” ujar Darmawan menirukan kata-kata warga Muara Pinang. Makanya, tak hanya BB ganja, diamankan juga sampel satu kantong kuah model atau tekwan dagangan pelaku yang diduga dicampur pelaku dengan ganja. Kuah itu nantinya akan di uji laboratorium di Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri Cabang Palembang. “Kalau cuma penyedap kuah model, kok tanam ganja puluhan batang. Kita masih selidiki, dugaan pengedaran ganja oleh pelaku,” jelas perwira ini.

Saat penggeledahan beber Darmawan, pelaku Angkut tidak ada di rumah, hanya ada istrinya Aslamiyah dan anak-anaknya. Pihaknya langsung mengeledah di seluruh rumah dan pekarangan belakang. Alhasil didapati ganja-ganja yang ditanam dalam pot, polybag dan baskom di pekarangan belakang rumahnya dekat kandang ayam. “Angkut saat itu tidak ada, dia sedang ke pasar belanja keperluan warungnya. Ketika kami cari di pasar, dia juga tidak ada lagi di pasar, sudah lari,” aku Darmawan.

Lebih lanjut dijelaskannya, rumah dan pekarangan pelaku di keliling tembok dan ganja itu ditanam di dalam pekarangan belakang. Sehingga ganja tidak mudah terlihat oleh orang lain. Selain itu pelaku juga berjualan pempek, tekwan dan model.
“Warga sekitar menduga, jualan model pelaku dicampur dengan ganja karena sangat enak, apalagi kuahnya. Karena ada indikasi itu, kuah model juga kami amankan untuk diuji lab di Polda Sumsel. Nanti hasilnya kami tunggu dari Labfor Polda Sumsel,” beber Darmawan menambahkan, pihaknya belum memastikan apakah ada ganja-ganja lain yang ditanam pelaku selain di pekarangan rumah itu. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa istri pelaku.

“Istri pelaku,Aslamiyah kami amankan untuk diperiksa dan diintrogasi, statusnya belum ada. Untuk pelaku Angkut kami terus cari keberadaannya dan kami imbau kepadanya untuk segera menyerahkan diri saja ke Polres Empat Lawang,”tukasnya.

Dihadapan polisi, Aslamiyah tertunduk malu, ia mengaku tidak mengetahui suaminya menanam ganja. Namun, usaha jualan model katanya, sudah 15 tahun dilakoni. “Dak tau pak, kami cuma jualan model,” elaknya.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, puluhan warga memadati Mapolres Empat Lawang ingin melihat tanaman ganja. Warga mengaku penasaran dengan bentuk daun haram tersebut, bahkan ada yang khawatir nanti di pekarangan atau di kebunnya ada tanaman ganja. “Oo ini ganja, takut be agek di halaman rumah atau di kebun kami tumbuh. Ge’ tangkap polisi pulo,” cetus salah satu warga.

Teks: Saukani

Editor: Imron Supriyadi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster