Pemandian ” Curuk Betet” Objek Wisata Perawan Nan Cantik

 858 total views,  4 views today

EMPAT LAWANG, KS – Langkah kaki dan mata pecinta petualangan alam akan terhenti jika melihat pemandian “Curuk betet”. Ya, objek wisata cantik dan tergolong masih perawan (belum ramai dijamah, red) ini,  ternyata selama ini tersembunyi di sekitaran Jalan Poros HM Noerdin Panji Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Berjarak ratusan kilometer dari pusat akses Ibukota Empat Lawang, curuk betet tampak indah nan asri. Layaknya pemandian putri kayangan, air jernih dan suasana alam memberi nuansa exotis bagi pengunjungnya.

Curuk betet, nama sederhana pemandian yang berada persis di kebun durian milik Holidi, terletak kawasan desa Lubuk glanggang kecamatan Tebing tinggi, kabupaten Empat Lawang.‬

‪Dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 6 meter ini memiliki daya tarik tersendiri, air nya jernih, kawasannya luas sehingga leluasa berenang dan terjun karena kedalamnnya hingga 3 sampai 5 meter. Tidak hanya itu pemandian di sekitar kawasan ini juga memiliki air terjun dan pemandian kecil menyerupai mangkok besar.‬

‪Diungkapkan Kodri (35) waga Tebing Tinggi, ia mengaku terkejut melihat keindahan curuk betet, ia bersama temannya Ari, Aldo, Novi dan rico‬ ‪yang awalnya bermaksud mancing namun langsung mandi dan menikmati keindahan, keasrian kolam alam tersebut. “Pemandian ini sudah lama ada namun belum populer, kami nilai ini potensi wisata luar biasa, mudah dijangkau dan memang indah,”kata Kodri disela menikmati pemandangan Curuk Betet, kemarin (22/6).

‪Penemuan pemandian ini juga, lanjutnya hanya kebetulan sehingga penasaran dan menanyakan kepada pemilik kebun disekitar sehinga pihaknya mengetahui bahwa pemandian ini biasa di sebut warga bernama curuk betet.‬

‪Kawasan ini lanjutnyan, mudah dijangkau hanya berkisar ratusan meter dari jalan poros, namun belum ada jalan besar sehingga hanya bisa dilalui dengannjalan kaki. Namun jika menggunakan sepeda motor ada jalan lain yang memang sedikit memutar namun akan berda persis di bibir pemandian itu sendiri. “Jika ada yang ingin melihat kami siap menunjukkan lokasinya,”imbuhnya.‬

‪Hal senada di sampaikan Novi (30), penggila pancing mengaku berdecak kagum, pemandingan yang masih asri dan indah di Empat lawang. Makanya berharap kepada pemerintah dapat mengoptimalkan penemuan ini, karena diyakininakan menjadi primadona di bumi saling keruani sangi kerawati. “Kami pikir pengembangan juga tidak sulit, pembangunan jalannya pun hanya sedikit karena sudah ada jalan poros, tinggal pemondokan kecil tempat istirahat dan ganti pakaian,”imbuhnya.

Pantauan Kabar Sumatera dilapangan, pasca penemuan curuk betet, sejumlah warga dan awak media pun tertarik mengunjungi wisata perawan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Empat Lawang.

Teks: Saukani

Editor: Imron Supriyadi

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster