Dikepung Aliran Sungai, Sekolah Ini Jadi Langganan Banjir

 187 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS – Sekolah Mengengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Empat Lawang di Desa Terusan Baru Kecamatan Tebing Tinggi menjadi langganan bencana banjir setiap tahun. Pasalnya, sekolah favorit ini berada dikepungan aliran sungai seguring yang rentan terjadi bandang saat musim penghujan.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, banjir terbesar menggenangi SMK Negeri 1 Empat Lawang terjadi 2014 lalu, dengan ketinggian ari mencapai satu meter aliran air juga merobohkan dinding pagar sekolah. Begitu juga banjir ditahun2 sebelumnya, beberapa bagian pagar dan dinding ruang kegiatan belajar (RKB) roboh.

Namun, sejauh ini belum ada solusi dari Pemkab Empat Lawang terkait kondisi ini. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kembali terjadi banjir dan merugikan fasilitas belajar siswa. “Tiap tahun banjir SMK nih, kalau musim hujan air sungai seguring meluap,” aku Arman (43) salah satu wali murid.

Ia berharap, ada solusi dari pemkab Empat Lawang agar SMK tidak lagi kena banjir. Misalnya dengan pengalihan aliran sungai, atau dengan pembangunan tembok penahan disekitar sekolah. “Inikan sekolah favorit di Empat Lawang, kasihan kalau kena banjir terus tiap tahun,”imbuhnya.

Sementara itu Kepala SMK Negeri 1 Empat Lawang, Syaiful Efendi ketika dikonfirmasi tak menampik, selama dia menjabat sudah tiga kali SMK terkena bencana banjir. Terbesar kata Syaiful, pada musim penghujan 2014 lalu, banyak sekali kerugian karena fasilitas belajar terendam.

Sebagai antisipasi, dibuat kolam besar dilingkungan sekolah. Agar saat terjadi luapan air bisa ditampung di kolam tersebut. Namun dirinya memprediksikan, dengan kondisi tanah penahan tembok sudah tergerus dibagian belakang sekolah, kemungkinan besar tembok sekolah kembali ambruk jika air meluap. “Tembok dekat rumah penjaga sekolah sudah ambruk, kalau banjir lagi bisa lebih parah kerusakan,”katanya.

Kondisi rawan banjir aku Syaiful, sudah dilaporkan ke Pemkab Empat Lawang melalui instansi terkait. Bahkan, ia menyebut ada dua anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan menjanjikan solusi bencana tersebut. Namun ya itu tadi, sampai saat ini belum ada realisasinya.

Syaiful mengaku, sekolahnya dikepung sungai makanya menjadi langganan banjir setiap tahun. “Banjir sudah sejak dibangun dulu, seharusnya ada tembok penahan disekeliling aliran sungai,”tukasnya.

Teks : Sukani

Editor : Imron Supriyadi

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster