Belum STO Jaringan Listrik Sudah Rusak

 350 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS – Jaringan listrik dari desa Baturaja Baru ke Desa Sugiwaras Kecamatan masih membahayakan. Sekitar 1000 meter jaringan belum serah terima operasi (STO) ke pihak PLN tersebut, masih ditutupi tanam tumbuh milik warga.

Seperti terjadi Rabu (17/6), satu batang pohon karet yang jaraknya sangat dekat dengan kabel jaringan, terlihat sudah roboh dan nyaris memutuskan kabel jaringan. Dengan kondisi ini, wajar jika hingga saat ini pihak PLN Rayon Tebing Tinggi belum mau menerima STO dari Pemkab Empat Lawang.

Jika diguyur hujan deras dan disertai angin kencang, hampir bisa dipastikan banyak pohon yang bakal tumbang dan menimpa kabel serta tiang jaringan listrik tersebut.
“Sejak dua hari lalu, pohon karet itu tumbang dan menimpa kabel jaringan listrik. Belum ada tanda-tanda dari pihak terkait, untuk melakukan penebangan ataupun perbaikan,” ungkap Idi (45) warga Desa Sugiwaras, kemarin.

Dikatakannya, masih banyak pohon karet dan jenis lainnya, yang semestinya dipotong dan dibersihkan dari kabel dan tiang jaringan listrik. Sebab, sangat membahayakan jika jaringan dimaksud sudah dialiri listrik dan pohonnya roboh. “Selain berbahaya, juga merugikan banyak pihak,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Perkebunan dan Pertambangan Energi (Hutbuntamben) Empat Lawang, H Susyanto Tunut mengatakan, akan segera turun ke lapangan untuk menuntaskan adanya pohon yang tumbang tersebut. “Besok (hari ini, red) akan kita bereskan,” ujarnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, jaringan listrik ke Desa Sugiwaras sudah selesai dibangun sejak akhir 2014 silam. Akan tetapi, PLN Rayon Tebing Tinggi belum mau melakukan STO, karena masih banyak pohon yang terlalu dekat dengan jaringan.
Padahal, Dishutbuntamben Empat Lawang pernah menyatakan, proses tebas bayang dan pohon di sekitar lokasi jaringan, tidak ada hambatan lagi, karena semua pemilik lahan sudah menghibahkan pohonnya ditebang untuk kepentingan jaringan listrik.

Namun kenyataan dilapangan berkata lain, pemangkasan pohon tidak dilakukan seluruhnya, karena masih ada warga yang meminta ganti rugi, jika pohonnya ditebang. Akibatnya, Desa Sugiwaras menjadi satu-satunya desa di Empat Lawang, yang belum mempunyai fasilitas penerangan dari PLN. 

Teks: Saukani

Editor: Imron Supriyadi

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster