Kades di Empat Lawang Dijanjikan Diklat ke STPDN

 314 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG, KS – Meningkatkan kinerja disiplin pamong, para kades di Kabupaten Empat Lawang akan di kirim pendidikan dan pelatihan (Diklat) ke Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinagor, Bandung.

Rencana ini disampaikan bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) pada pelantikan serentak 101 kepala desa (Kades) hasil pemilihan serentak sistem e voting, se Kabupaten Empat Lawang, kemarin (17/6). “Maju tidaknya daerah, peran kades sangat penting. Makanya, harus dipersiapkan kualitas dan disiplin pamong. Salah satunya Diklat ke STPDN,” jelas HBA.

Mulai 2015 ini kata HBA, peran kades cukup besar andilnya dalam pembangunan, sebab ada anggaran besar digelontorkan pemerintah pusat dan daerah masuk ke Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB Des). Ia berharap, setiap kades memiliki visi misi pembangunan desanya, sama seperti seorang bupati.

Terkait pengelolaan keuangan, berbeda jauh dengan sistem lama. Kedepan kata HBA, yang akan mengaudit bukan cuma inspektorat kabupaten, melainkan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

HBA memberi apresiasi keberhasilan pilkades serentak sistem e voting Kabupaten Empat Lawang. Namun, bukan cuma prosesnya saja, tapi outputnya diharapkan juga bagus. Kedepan peran kades besar, dengan adanya APBDes. “Saya tak mau lagi dengar kades cuma bisa cap (stempel, red) saja, tapi harus kreatif membangun desanya. Ayo bekerja, bekerja, bekerja semua keinginan presiden RI Joko Widodo, kita semua harus bekerja,” jelas HBA.

Kenapa harus diklat, ia tak menampik meskipun para kades dipilih melalui proses e voting dan selektif, tapi tetap kualitas outputnya lebih ditingkatkan. Kalau proses pemilihannya sudah bagus, maka out put harus lebih bagus lagi. “Saya ingin kades paham tupoksi, disiplin dan menjadi pamong bagi masyarakat,” imbuhnya.

Lebih jauh HBA mengingatkan, para kades harus berhati-hati dalam penggunaan anggaran. Uang dalam jumlah besar harus dikelolah secara transparan dan tepat sasaran, jangan menyimpang agar tidak menjadi permasalahan. Sebab, peluang ke ranah hukum lebih besar 200 persen dibanding sistem lama, jika menyimpang dan diaudit bisa saja masuk penjara.

Makanya, dalam pembangunan desa harus punya visi-misi, dari APB des dikembangkan program jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Kades harus banyak belajar, agar tau tugas dan fungsinya. Kades harus proaktif. “Silahkan berkreatifitas, selamat bekerja kepada kades baru dilantik,”tukasnya. 

Teks: Saukani

Editor: Imron Supriyadi

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster