Duh, Diduga gunakan Ijazah Palsu, Anggota Dewan Empat Lawang Dilaporkan ke Polda

 352 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | Indikasi peredaran ijazah palsu mulai tercium dikalangan pejabat Empat Lawang. Misalnya, salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang, kini telah dilaporkan ke Mapolda Sumatera Selatan menyusul dugaan penggunaan ijazah asli tapi palsu (Aspal).

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, oknum wakil rakyat berinisial ML, tercatat sebagai kader salah satu partai besar di Indonesia ini, hanya menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang,  sesuai dengan transkrip nilai sebanyak 79 satuan kredit semester (SKS).

Dari hasil penelusuran, oknum anggota dewan tersebut sebelum menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi di Palembang dan mengatasnamakan transisi dari salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Lahat. Namun, setelah dikonfirmasi di perguruan tinggi tersebut, yang bersangkutan memang pernah tercatat tahun 2004 dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) : 041112, akan tetapi tidak menyelesaikan studi.

Nah, pada tahun 2006 terlapor mendapat gelar Sarjana Hukum (SH) dari salah satu perguruan tinggi di Palembang dengan NIM 0431174P, berdasarkan hasil transkrip akademiknya yang bersangkutan telah menyelesaikan 79 SKS.

Karena dinilai telah melakukan pembohongan publik dan merugikan negara, dalam hal ini keuangan negara dirugikan oknum anggota DPRD Empat Lawang yang menjabat periode ke dua itu dilaporkan ke Polda Sumsel dengan nomor : STTLP/372/V/2015/Sumsel tertanggal 27 Mei 2015 dengan pelapor atas nama K Achmad Zarkasih selaku manager LSM NGO Revolutioner Kabupaten Empatlawang.

“Kami menginginkan permasalahan ini ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena itu, kami koalisi dua LSM, NGO Revolutioner dan ICW4L meminta Polda harus transparasi,” ungkap Manager LSM NGO Revolutioner, K Achmad Zarkasih didampingi Ketua ICW4L, Adiyasco Herwindo kepada awak media, kemarin.

Dilanjutkan Zarkasih, DPP Partai yang Dinaungi anggota dewan tersebut, harus menindak tegas anggota ataupun kader partainya yang menggunakan ijazah Aspal ini, sebagaimana fakta integritas partainya, kader yang tersangkut pidana, yang bersangkutan siap mengundurkan diri.

“Hal ini juga sesuai dengan instruksi Presiden, bila ada oknum pejabat yang menggunakan ijazah palsu langsung diproses. Dari hasil investigasi kita, bersangkutan tidak menyelesaikan minimal 144 SKS untuk menjadi S1, artinya Ijazahnya Aspal alias asli tapi palsu,” katanya.

Ia menambahkan, laporan mereka ke Polda tertanggal 27 Mei 2015 tersebut telah mendapat tanggapan dengan diterimanya surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) Nomor : SP2HP/170/VI/2015/Ditreskrimum tanggal 3 Juni 2015.

“Ketika dikonfirmasi via handphone, pihak Polda besok (hari ini,red) akan mengirimkan surat pemanggilan kepada terlapor. Pihak Polda sendiri menyambut baik laporan ini, harapnya pihak Polda benar-benar memprosesnya sesuai dengan proses hukum yang berlaku. Selain itu kepada pihak terkait, baik dari media untuk terus mengawal laporan ini agar diproses secara tansparan adil dan terlapor benar-benar diproses sampai tuntas,”imbuhnya.

Terpisah Kepala BKD Empat Lawang melalui Kabid Pengembangan Pegawai, Rini Sutrisni mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya PNS di lingkungan Pemkab Empat Lawang termasuk di DPRD Empat Lawang yang menggunakan ijazah palsu. Hanya saja, untuk di DPRD Empat Lawang itu bukanlah kewenangan BKD. “Sejauh ini belum ada, karena belum ada laporannya. Kalaupun ada, sebenarnya itu ke pihak berwajib, karena itu sudah ranah pidana,” tukasnya.

 

Teks        : Saukani

Editor     : Muhammad MG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster