Kurang Diperhatikan, IPSI Empat Lawang Tetap Berprestasi

 1,080 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | Cabang olahraga pencak silat Kabupaten Empat Lawang menunjukkan prestai, dengan keberhasilan meraih medali emas pada sejumlah event besar. Namun sayang, olahraga yang dikenal sebutan “Kuntau” ini kurang diperhatikan pemerintah, bahkan kondisinya cukup memprihatinkan belum ada fasilitas dan sarana latihan.

Pelatih Nasional (Pelatnas) Himpunan Seni Silat Indonesia (Himssi) sekaligus ketua Ikatan Persatuan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Empat Lawang, M Yusuf mengatakan, pada even Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2015, cabang silat mengirimkan 7 atlit, dua diantaranya dirugikan (dikalahkan), sementara yang bertarung meraih 4 emas, diantaranya kelas A putra, yakni Sujatmoko, D putra, Muarif, F putra Zen Ukhrowi, dan kelas C putri yakni Cintami.

Dengan melihat hasil perolehan emas tiap mengikuti event-event besar, dirinya optimis tahun depan akan lebih baik. “Tentunya, niat dan kemauan ini juga perlu dukungan berbagai pihak, termasuk Pemkab Empat Lawang,” ungkap pria kelahiran Palembang, 17 September 1973.

Menurutnya, selama ini pemerintah masih kurang perhatian, terutama kepada pelatih dan atlit. Di sisi lain, prasarana yang dimiliki belum memadai, seperti belum adanya padepokan pencaksilat, pusat pelatihan pelajar daerah. Padahal, hal ini merupakan indikator penting yang mesti terpenuhi untuk mengharumkan nama baik Empat Lawang di dunia persilatan.

“Harapannya, kebutuhan seperti mengenai prasarana menjadi perhatian pemerintah untuk memajukan silat di Empat Lawang. Begitu juga terhadap pelatih dan atlit, sehingga lebih mendapat suport,” imbuhnya.

Pelatih Nasional sejak tahun 2000 ini juga menekankan, adanya kerjasama yang lebih baik antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk bisa menjaring atlit pelajar. Sehingga bisa lebih berjaya di event-event, seperti O2SN, Popda, dan event pelajar di tingkat provinsi lainnya.

“Pencarian bibit dimulai dari pelajar, sehingga selain bisa berjaya di tingkat pelajar, juga kedepannya di tingkat lainnya seperti Porprov, hingga tingkat nasional. Nah, di sini perlu adanya kerjasama yang baik antara Dispora dan Disdik,”tukasnya.

 

Teks      : Saukani

Editor   : Muhammad MG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster