Aksi Konvoi dan Coret-Coret Kelulusan Terkesan Dibiarkan

 230 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | Warga Kabupaten Empat Lawang menyesalkan, masih maraknya tradisi konvoi sepeda motor dan aksi coret seragam pasca pengumuman kelulusan pelajar. Terbukti, pada kelulusan siswa tingkat SMA beberapa waktu lalu, konvoi dan coret seragam terkesan dibiarkan saja.

“Nah 10 Juni nanti kelulusan SMP, kalau bisa ada pengawasan dari pihak sekolah dan Disdik agar siswa tidak melakukan hal bodoh,” cetus Isman (35) salah satu wali murid di Empat Lawang, kemarin (8/6).

Ia tak menampik, aksi coret seragam dan konvoi sepeda motor tidak ada manfaatnya. Bahkan, merugikan dan membahayakan pengendara lain yang melintas.

“Setiap ada kelulusan pasti ada aksi corat-coret baju dan konvoi kendaraan. Apalagi konvoi kendaraan di jalan raya, selain dapat membahayakan keselamatan mereka, hal itu sangat mengganggu pengendara lain,” kata Isman menambahkan, seperti sudah menjadi tradisi di setiap sekolah ketika ada kelulusan para siswa selalu saja menggelar hal semacam itu dan setiap tahun aksi para siswa terus saja terjadi bahkan terkesan dibiarkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Empat Lawang, Agusni Effendi melalui Kasi Kurikulum, Jhonson mengatakan jika pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak sekolah untuk tidak merayakan kelulusan tingkat SMP ini dilakukan secara berlebihan.

“Kita harapkan kelulusan pada 10 Juni nanti tidak ada yang merayakannya secara berlebih-lebihan, seperti coret-coret seragam sekolah apalagi yang membuat gaduh di sepanjang jalan atau yang bisa meresahkan masyarkat,”jelas Jhonson.

Selanjutnya mengimbau, agar pihak sekolah menegaskan kepada murid-muridnya untuk tertib ketika kelulusan nanti. “Pihak sekolah kita harapkan memberi himbaun kepada murid-muridnya agar melarang keras melakukan coret-coret atau hal yang tidak ada gunanya, jika perlu apabila ditemukan nantinya diberi sanksi, Konvoi dan aksi coret-coret seragam sekolah itu budaya yang buruk dan harus ditinggalkan, kita tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan, dan kita akan mengantisipasi budaya yang buruk ini supaya tidak terjadi tahun ini dan kedepannya,” tegasnya.

Jhonson pun berharap, agar para siswa merayakan kelulusan nantinya dengan cara yang bermanfaat dan yang baik. Siswa yang telah selesai mengikuti UN lebih baik melakukan kegiatan yang positif daripada menghabiskan waktu untuk kegiatan negatif.

“Siswa yang telah selesai mengikuti UN lebih baik belajar lagi untuk melanjutkan ke jenjang studi lebih tinggi, jangan melakukan hal-hal tidak berguna bisa merugikan siswa sendiri,”tukasnya.

 

Teks     : Saukani

Editor  : Muhammad MG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster