Pilkades E-Voting, Belum Ada Calon Kades Terpilih

 1,117 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Ketua panitia pelaksana pemilihan kepala desa (Pilkades) Kabupaten Empat Lawang, H Burhansyah menegaskan, hingga Kamis (4/6), belum ada penetapan calon kades terpilih.

Namun demikian kata Burhansyah, dari 101 desa yang sudah melaksanakan pilkades sistem e voting serentak, rekapitulasi hasil perolehan suara sudah rampung. Nah, mengenai penetapan calon terpilih sendiri akan digelar pleno tingkat Kabupaten dalam waktu dekat ini. “Segera kita jadwalkan pleno penetapan calon kades terpilih, saat ini masih tahap merapihkan berkas pasca pilkades,” jelas Burhansya, kemarin.

Penetapan calon kades terpilih, kata Burhansyah, mengacu pada hasil perolehan suara di setiap desa. Selain suara terbanyak, ada pertimbangan yang akan dirapatkan menyangkut sanggahan dari sejumlah kandidat calon kades.

Sejauh ini, panitia kabupaten mendapat laporan memang masih banyak calon kades belum menerima hasil perolehan suara, dan sudah ada lima desa menyampaikan sanggahan menyangkut dugaan pembengkakan Daftar Pemilih Tetap (DPT), dugaan pemilih exodus dan hal-hal dianggap kurang meyakinkan terhadap hasil alat e voting. “Semua pengaduan dan sanggahan kita akomodir, nanti dibahas dalam pleno. Jadi, peraih suara terbanyak pilkades jangan jumawa dulu karena belum ada penetapan menang atau kalah,” bebernya.

Disisi lain imbuh Burhansyah, jika mengacu pada ketentuan tata tertib dan petunjuk tekhnis pilkades sistem e voting serentak Kabupaten Empat Lawang. Ada ketegasan bahwa sanggahan tidak mempengaruhi proses pelantikan calon terpilih, gugatan dilanjutkan pasca pelantikan dan penetapan kades periode 2015-2021. “Nanti kita koordinasikan ke bupati, secepatnya pleno dan persiapan pelantikan,” imbuhnya.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, sejumlah calon kades di Empat Lawang mendesak pembatalan hasil perolehan suara pilkades. Beberapa dugaan kecurangan muncul diantaranya, penggelembungan DPT oleh oknum calon kades, adanya pemilih exodus, kondisi bilik suara di TPS tidak tertutup, adanya intervensi dari panitia desa diduga memihak salah satu calon serta mendesak dilakukan rekapitulasi ulang dengan membuka kotak audit.

“Kami sampaikan sanggahan, karena ada kejanggalan selama proses pilkades di TPS. Contoh saja bilik suara tidak tertutup penuh, jadi masih kelihatan dari bahu pemilih nomor berapa dipilihnya,” urai salah satu calon kades menolak disebutkan namanya.

Ia mengulas, sistem pemilihan didesanya terkesan tidak rahasia, sebab jika pemilih menekan gambar nomor 1 tentu terlihat jelas bahu kanan akan bergerak ke kiri, sebaliknya jika memilih nomor 2 bahu lurus kedepan. Ini terlihat jelas, karena bilik suara hanya ditutup sebagian.

“Kami curiga ada intervensi dari panitia desa, bahkan saat pemilihan belum selesai calon sudah disuruh kembali ke rumah,” cetus sumber tadi. (SAUKANI).





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster