Jaringan Pasar Gelap Satwa Dilindungi di Empat Lawang Terkuak

 375 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | Satu persatu, jaringan perdagangan satwa langka di wilayah hukum Kabupaten Empat Lawang terkuak. Kali ini jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Talang Padang berhasil mengamankan dua orang penjual hewan dilindungi, hendak menjual trenggiling ke Kota Lubuk Linggau.

Kedua warga tersebut ditangkap saat melintas mengendarai sepeda motor di depan Mapolsek Talang Padang, kebetulan saat petugas tengah menggelar razia rutin.

Kedua tersangka, yakni Zainal Abidin (58) dan Hendri Rozali (22), warga jalan Jati, Kecamatan Pendopo Kabupaten Empatlawang tak bisa mengelak ketika petugas mendapati karung yang dibawanya berisi terenggiling sebanyak 3 ekor dan ular Sawa sebanyak 5 ekor.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan 1,5 Kg sisik terenggiling, berikut barang bukti satu unit sepeda motor yang digunakan.

Menurut pengakuannya, mereka seringkali jual beli hewan lindung tersebut, selama ini aman saja. Hewan tersebut dibeli di desa Rp 300 ribu perkilogram, lalu dijual ke Lubuklinggau Rp 330 ribu perkilogramnya.

Kasus penangkapan penjual trenggiling ini sendiri sudah ke sekian kalinya di Empatlawang sejak beberapa tahun lalu. Mereka, selain warga yang menangkap juga pengepul. Pengepul yang ada di Kabupaten Empatlawang ini menjual kembali ke Lubuk Linggau.

Kapolsek Talang Padang, Ipda Hariyanto mengatakan, adanya penangkapan kedua warga beberapa waktu lalu, pihaknya akan mengusut perdagangan hewan yang dilindungi negara tersebut. Tidak menutup kemungkinan, masih banyak warga memperdagangkan Trenggiling ini.

“Tersangka dijerat dengan UU RI Tahun 1990 tentang konservasi hewan langka. Tersangka bisa dikenakan pasal 1 ayat 2 huruf A dan D, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal 100 juta rupiah,” ungkapnya.

Dikatakan Haryanto, pihaknya telah menghubungi pihak BKSDA. Rencananya tiga ekor trenggiling  termasuk ular tersebut rencananya akan diambil oleh pihak BKSDA.

“Nanti akan diserahkan ke BKSDA. Sementara, pengembangan penyelidikan tetap dilakukan untuk proses hukum,”tukasnya.

 

Teks     : SAUKANI

Editor  : Muhammad MG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster