Belum Ada Itikad Baik Pemilik Rumah Pagar Listrik

 511 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | Kepolisian Sektor (Polsek) Tebing Tinggi hingga kemarin (4/6) siang, masih menunggu itikad baik Herli (38) warga Kecamatan Pendopo yang diduga memasang kawat yang dialiri listrik di pagar dan pintu belakang kontrakannya. Sehingga menyebabkan Supandika alias Andil (11) tewas kesetrum.

Kapolsek Tebing Tinggi Kompol Alpiansyah Putra melalui Kanit Reskrim Iptu Basid Usman mengatakan, hari ini (Kamis,red) hari ketiga kejadian tersebut. Namun, Herli yang diharapkan untuk beritikad baik datang ke Polsek Tebing Tinggi tak kunjung datang hingga siang kemarin.

“Kami masih menunggu, informasinya dia ada upaya mau ke polsek, hari ini (Kamis,red) mau ke sini (Polsek Tebing Tinggi,red). Kalau beberapa hari lagi tidak datang, kami akan lakukan upaya penindakan,” kata Basid kemarin siang di Mapolsek Tebing Tinggi.

Dijelaskannya, proses hukum terus berjalan, sebab kejadian itu menyebabkan nyawa seseorang. Pihaknya juga sudah memeriksa empat orang saksi dan masih menunggu dua orang saksi lagi, orang yang sering menunggu rumah dan warga sekitar lokasi kejadian.

“Dia (Herli,red) terancam pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, minimal 5 tahun hukuman penjara,” tegas Basid.

Padahal, lanjut Basid, salah satu tetangga ada yang tahu dan melarang Herli memasang setrum di pagar dan pintu belakang rumah kontrakannya yang pernah di bobol maling. Namun Herli tidak terlalu mempedulikan hal itu dan tetap memasang setrum. Baca : Tragis, Bocah SD Tewas Kesetrum Pagar Tetangga

“Dia memasang kawat itu untuk menghindari maling, arahnya tetap ke manusia. Mestinya jangan memasang setrum, rumah itu cukup dijaga atau minta dijaga oleh tetangga sebelah.

Sebab listrik itu bahaya bukan hanya manusia, hewan yang menyenggol kawan bisa juga mati,” jelas Basid.
Pihaknya juga sudah mengetahui ciri-ciri Herli, karena pernah melapor kemalingan ke Polsek Tebing Tinggi pada awal 2015 lalu. Bahkan nomor telponnya juga ada, namun ketika ditelpon, telponnya kadang aktif, kadang tidak aktif.

“Pernah melapor kehilangan Hp dan DVD. Mungkin setelah kejadian itu, dia pasang kawat tersebut. Hanya satu tetangganya yang tahu, pak RT-nya malah tidak tahu jika ada kawat setrum,” bebernya. Setahu dia, baru rumah itu yang berani pasang kawat setrum.

 

Teks       : Saukani

Editor   : Muhammad MG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster